Get paid To Promote at any Location
Tampilkan postingan dengan label Live Palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Live Palestina. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Januari 2009

Krisis Gaza Menanti



”Change, We Believe In”. Begitu tema kampanye Presiden AS terpilih, Barack Obama, yang menjanjikan perubahan ”wajah” AS, baik di dalam maupun di luar negeri. Menjelang pelantikan Obama, banyak pihak harap-harap cemas menanti ”perubahan” kebijakan AS, terutama yang terkait dengan isu Timur Tengah.

Agresi Israel di wilayah Jalur Gaza membuyarkan segala upaya perdamaian pemerintahan Presiden AS George W Bush yang dimulai di Annapolis, AS, November 2007. Bisa dikatakan, AS harus kembali ke ”titik nol”, mengulangi semua proses perundingan perdamaian antara Palestina dan Israel, terlebih lagi di antara Israel dan kelompok pejuang Hamas di Jalur Gaza.

Kini Mesir dan Eropa lebih aktif mengupayakan perdamaian dan gencatan senjata antara kedua pihak mengingat AS hanya diam saja dan ”membela” Israel. Bahkan, Obama yang diharapkan membawa perubahan itu jauh-jauh hari sudah menunjukkan keberpihakannya kepada Israel. ”Jika ada orang yang menembaki rumah saya dengan roket, saya pun pasti akan melakukan apa saja untuk menghentikannya. Saya tidak heran jika Israel melakukan itu,” kata Obama ketika berada di kota Sderot, Israel, Juli lalu.

Karena AS diam saja, kini roda diplomasi dan perundingan lebih banyak ada di tangan Eropa. Namun, peneliti dari LIPI, Siswanto, dalam diskusi Kompas bertema ”Change for The Future: Amerika di Bawah Obama”, 13 Januari lalu, menyebutkan, konflik Israel-Palestina tidak akan pernah selesai jika hanya dilakukan perundingan perdamaian di tataran internasional. Kuncinya justru ada di dalam negeri AS. Pemerintahan AS mau tak mau harus mengendalikan kekuatan Israel yang berada di AS untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah (Timteng).

Kebijakan AS di Timteng tak akan pernah berubah jika sektor perekonomian dan media massa—misalnya—yang sebagian besar dikuasai kaum Yahudi di AS tidak dikendalikan. ”Jika kekuatan itu bisa dikendalikan, pemerintahan Israel diharapkan akan melemah,” kata Siswanto.

Harian The New York Times juga ragu akan ada perubahan kebijakan dalam isu Palestina-Israel. Kebijakan Obama diyakini tidak akan jauh berbeda dari Bush. Paling-paling Obama mengajak komunitas internasional mendesak Hamas menghentikan serangan roket ke Israel. Obama bisa saja mengupayakan perdamaian antara Israel dan Palestina di Tepi Barat yang dipimpin Presiden Palestina Mahmoud Abbas dengan harapan Hamas akan ikut terpengaruh. Namun, itu sudah dilakukan Bush dan sejauh ini tak ada hasilnya.

Berbeda dengan pemerintahan Bush, Obama paling tidak akan mengubah wajah kebijakan luar negeri AS ”ala Bush” yang cenderung unilateral. Obama akan lebih mengembangkan kebijakan multilateral dan mengedepankan upaya diplomasi daripada cara militer yang menjadi ciri khas Partai Republik.

Harian USA Today melaporkan perbedaan Bush dan Obama ada di level diplomasi. Obama akan menunjuk utusan khusus Timteng seperti yang pernah dijabat penasihat Obama, Dennis Ross, di era Presiden Clinton. Posisi ini penting jika AS serius ingin menyelesaikan isu Palestina-Israel. Perundingan tidak kunjung berhasil karena Bush tak memiliki mediator efektif.

Bukan perang agama

Dalam diskusi Kompas, salah seorang peserta mengemukakan kekhawatiran adanya anggapan salah kaprah publik bahwa perang di Gaza adalah perang agama. Persepsi salah kaprah itu bisa muncul karena kurangnya pemahaman akan sejarah konflik Palestina-Israel. Selain itu, pemberitaan televisi, seperti CNN dan Al-Jazeera, juga bisa memengaruhi opini publik. Agar mengerti duduk perkara yang sebenarnya terjadi di Gaza, panelis dan peserta diskusi berharap media massa dapat memberikan pemahaman mendasar bahwa perang di Gaza bukanlah perang agama, tetapi semata-mata perebutan wilayah dan pendudukan Israel di wilayah Palestina. Mayor Jenderal TNI (Purn) Dadi Susanto dari Departemen Pertahanan RI berpendapat, agresi Israel hanya upaya menunjukkan bahwa Israel bukan ”macan ompong”, tetapi macan betulan. (LUK)

sumber:
http://cetak.kompas.com

Sambut Pelantikan Obama, Israel Tarik Pasukan



YERUSALEM, SENIN - Israel berencana menarik seluruh pasukannya dari Jalur Gaza menjelang dilantiknya Presiden AS terpilih Barack Obama Selasa (20/1) tetapi hanya dengan catatan apabila militan Hamas memberlakukan gencatan senjata. Ribuan personil pasukan Israel telah meninggalkan Gaza sejak Israel menyampaikan Sabtu (17/1) keinginan secara sepihak memberlakukan gencatan senjata setelah melancarkan serangan secara besar- besaran selama 3 pekan.

Penguasa Hamas di Gaza menyusul tindakan Israel dengan juga memberlakukan gencatan senjata 12 jam kemudian. Kontingen pasukan Israel dalam jumlah besar telah bersiaga di dekat perbatasan dengan Gaza dan bersiap memasuki kembali wilayah ini apabila militan Hamas kembali menembakkan roket-roketnya. Penarikan pasukan Israel itu dinilai akan menekan tingkat kerawanan timbulnya pertikaian antara pasukan Israel dan Hamas yang berpotensi menciderai gencatan senjata.

Dengan menarik pasukan sebelum pelantikan Obama, Israel berharap dapat membuka jalan bagi Obama untuk menyelesaikan konflik Gaza saat ia secara resmi menjabat sebagai presiden AS. Israel sedikit khawatir dengan kemungkinan adanya perubahan kebijakan dari pemerintah baru di AS setelah mendapatkan dukungan kuat dari George W. Bush. Obama telah menyebut perdamaian Timur Tengah sebagai prioritasnya walaupun ia telah dibebani oleh krisis ekonomi global serta pertempuran di Irak dan Afganistan.

sumber:
http://www.kompas.com

Minggu, 18 Januari 2009

Roket dari Lebanon Kembali Hantam Israel

JERUSALEM, RABU — Tiga roket dari Lebanon kembali menghantam wilayah Israel utara, Rabu (14/1). Ini adalah insiden serupa kedua sejak Israel menyerbu Jalur Gaza yang sudah berlangsung 19 hari.

Polisi Israel mengatakan, roket itu jatuh ke wilayah terbuka di kota Kiryat Shemona dan tidak ada laporan korban jiwa. Warga Israel di wilayah utara sudah diminta mengamankan diri menuju perlindungan bom.

Empat roket dari Lebanon juga mendarat di Israel utara, Kamis (8/1) lalu. Pejuang Hizbullah yang bermarkas di Lebanon membantah menembakkan roket-roket tersebut. Kelompok-kelompok pejuang Palestina berskala kecil yang juga bermarkas di Lebanon diduga menjadi pelakunya.

Para pejabat Israel mengungkapkan kekhawatirannya bahwa para milisi di Lebanon berusaha melibatkan diri sebagai bentuk solidaritas atas serangan Israel terhadap wilayah Hamas di Gaza.

Para pejabat Lebanon mengatakan tentara Israel langsung membalas tembakan roket itu dengan menembakkan mortir ke Lebanon selatan. Militer Israel mengatakan tembakan itu diarahkan ke sumber peluncuran roket.

Sementara itu, pesawat-pesawat tempur Israel terus menggempur wilayah Gaza. Dalam sebuah serangan mereka menghantam kompleks pemamakan, tempat peluncuran roket, gudang senjata dan terowongan di Jalur Gaza.

Hari ini, Sekjen PBB Ban Ki-moon tiba di kota Kairo, Mesir untuk mendesak Israel dan Hamas mematuhi resolusi gencatan senjata.

Sejauh ini, sedikitnya 975 warga Palestina tewas dalam serangan Israel. Sebanyak 13 warga atau tentara Israel juga tewas, empat di antaranya terkena roket dari Gaza dalam pertempuran sejak 27 Desember itu.

Sumber : kompas.com

7.000 Mahasiswa Iran Mendaftar Perang Melawan Israel


Warga Kota Gaza, Palestina membopong korban luka akibat serangan Isreal ke Jalur Gaza, Senin (29/12).

TEHERAN, SELASA — Sedikitnya 7.000 mahasiswa dari kota Isfahan di bagian tengah Iran, Senin (29/12), mendaftarkan diri untuk memerangi Israel.

"Pada hari pertama pendaftaran untuk memerangi rezim Zionis dan membantu rakyat Palestina, 7.000 mahasiswa dari berbagai universitas di Isfahan telah menyampaikan kesediaan," kata Mohammad Zarifi, anggota Perhimpunan Mahasiswa Islam Iran, sebagaimana dikutip kantor berita Iran, Fars.

Masih pada hari yang sama, satu lagi kelompok mahasiswa Iran, Mahasiswa Basij (Relawan) dari Teheran Universities, mengumumkan, organisasi tersebut mendaftar relawan untuk memerangi Israel.

Pendaftaran itu dilakukan sehari setelah pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei mengeluarkan fatwa yang menyatakan, siapa saja yang meninggal dalam perang melawan Israel dan membela Jalur Gaza akan menjadi syahid.

"Sebagai jawaban atas fatwa pemimpin spiritual mengenai Jihad (perang suci), mahasiswa Basij dari seluruh universitas Iran telah mendaftarkan diri dan pendaftaran akan dibuka besok," kata Alireza Zahedi, anggota Mahasiswa Basij di Teheran University, tanpa menyebutkan berapa jumlah mahasiswa yang sudah mendaftar.

"Dalam waktu dekat, mahasiswa yang terdaftar akan mengadakan pertemuan guna menyampaikan kesediaan kepada pemimpin spiritual untuk berperang di wilayah pendudukan (Palestina)," katanya.

Ribuan orang Iran, termasuk mahasiswa, melancarkan pawai di Teheran pada Senin pagi untuk mengutuk serangan Israel di Jalur Gaza. Mereka membawa spanduk yang berisi slogan anti-Israel dan anti-AS.

Sejak Sabtu pagi, Israel melancarkan serangan udara besar yang dikatakannya ditujukan kepada anggota Hamas di Jalur Gaza dan menewaskan sedikitnya 345 orang serta melukai lebih dari 1.000 orang.

Hamas menguasai Jalur Gaza, mendapat dukungan kuat Iran, yang tak mengakui Israel sebagai salah satu negara masyarakat internasional.

Di markas besar PBB, New York, duta besar Mesir dan Palestina di badan dunia itu mengatakan, Senin, mereka meminta Dewan Keamanan PBB membuat Israel mematuhi seruan dunia untuk segera menghentikan kekerasan dan aksi militer di Jalur Gaza.

sumber:
http://kompas.com/

AL Israel Tabrak Kapal Bantuan Gaza


TYRE, LEBANON, RABU — Sebuah kapal kecil yang membawa sejumlah aktivis internasional dan bantuan untuk Gaza terpaksa berlabuh di kota pelabuhan Tyre, Lebanon selatan, Selasa (30/12), setelah berbenturan dengan kapal Angkatan Laut Israel yang memaksanya membelok ke Lebanon.....


Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel memastikan ada "kontak fisik" antara kapalnya dan kapal pesiar bermotor sepanjang 60 kaki bernama "Dignity", yang berlayar dari Siprus, Senin malam.

Beberapa aktivis dari gerakan "Free Gaza" mengatakan kapal mereka, yang membawa 3,5 ton bantuan medis dan 16 orang, telah dibentur dan ditembak di perairan internasional 70-80 mil di lepas pantai Gaza oleh kapal Angkatan Laut Israel. Tidak ada korban dalam peristiwa ini.

Yigal Palmor, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, mengatakan kapal bantuan itu tidak menanggapi peringatan dan kontak radio. Ia juga membantah AL Israel mengeluarkan tembakan.

Israel telah mengumumkan wilayah perairan Gaza sebagai zona militer tertutup setelah negara itu melancarkan serangan udara terhadap Hamas, Sabtu. Lebih dari 380 warga Palestina tewas dalam serangan itu.

Dignity masuk dok di Tyre dikawal oleh sebuah kapal Angkatan Laut Lebanon dan beberapa kapal pencari ikan yang melambaikan bendera Lebanon dan kelompok Syiah. Sejumlah warga Palestina dan Lebanon menyambut kapal yang mendapat sebuah lubang besar di dek bagian atasnya.

Seorang anggota Free Gaza, David Halpin, mengatakan, kaca di bagian kemudi kapal itu pecah, sisi kirinya robek, dan kapal itu tercabik hampir seluruhnya dari haluan hingga buritan.

Halpin mengakui melihat dua kapal patroli Israel ketika mereka menyorotkan lampu sekitar pukul 5 waktu setempat (pukul 3 GMT). Para pejabat Israel di atas kapal itu minta kapten untuk menghentikan kapal tersebut, tapi ia menolak, kata Halpin.

"Ada tiga letusan yang sangat keras dengan suara seperti memecah hutan. Haluan kapal itu dibentur dan itu terjadi dua kali," kata Halpin. "Saya pikir saya akan mati. Saya 68 tahun. Tidak ada dari kami yang memakai baju pelampung. Kami terkejut dengan tindakan kejam itu," katanya.

Radio negara Siprus mengatakan, Pemerintah Siprus akan minta penjelasan dari Israel mengenai insiden itu. Kapal itu membawa bantuan medis yang disumbangkan oleh Siprus dan ada sedikitnya tiga orang Siprus di atas kapal itu, termasuk seorang anggota parlemen.

Free Gaza adalah organisasi yang bermarkas di AS yang telah mengirim bantuan ulang-alik tetap ke Gaza dari Siprus sejak Agustus lalu.

Beberapa aktivis mengatakan, mereka tidak terhalangi oleh insiden itu. "Kami memutuskan untuk pergi ke Gaza dan akan mencari kapal lainnya," kata aktivis Derek Graham. "Pemerintah Siprus telah memberi kami obat-obatan ini untuk dikirim, dan kami akan mengirimnya."

sumber:
http://aktual-akurat.blogspot.com/

Sabtu, 17 Januari 2009

Israel Setujui Proposal Gencatan Senjata




Liputan6.com, Gaza: Israel akhirnya menyetujui proposal gencatan senjata selama 10 hari yang diajukan Mesir. Sebelumnya para pejabat tinggi pemerintahan Negara Yahudi itu melakukan pemungutan suara untuk memilih opsi menerima atau menolak proposal tersebut.

Dalam proposal itu, Mesir akan menutup jalur penyelundupan senjata yang dijamin Amerika Serikat. Sementara diskusi pembukaan blokade Gaza digelar beberapa waktu mendatang. Tetapi Israel akan kembali menyerang apabila Hamas terus menembakkan roket ke daerah mereka.

Hamas sendiri lewat Kepala Biro Politiknya--Khalid Misyal--mengeyampingkan usulan gencatan senjata bila tentara Israel masih ada di Gaza dan blokade atas Gaza tidak dicabut. Hamas juga menyatakan siap menghadapi kemungkinan terburuk bila pertempuran dilanjutkan.

Sementara itu sepanjang Sabtu kemarin, Israel tak berhenti melancarkan serangan udaranya di titik-titik yang diklaim sebagai fasilitas Hamas. Namun kembali, serangan menambah korban warga sipil. Tercatat hingga hari ke-22, total korban hampir capai 1.200 orang.

Israel juga melancarkan serangan darat di Beith Lahiya utara Jalur Gaza. Seorang wanita dilaporkan tewas akibat serangan tank Israel. Serangan juga menewaskan dua anak dan melukai 25 lainnya saat sebuah mortar mendarat di dekat sekolah yang dibangun PBB.(JUM)

sumber:
http://www.liputan6.com

Hamas Tolak Gencatan Senjata

Khaled Mashaal.



Liputan6.com, Doha: Memasuki pekan ketiga, agresi Israel ke Kota Gaza belum berhenti. Israel terus menggempur kantung-kantung kekuatan Hamas. Hingga Sabtu (17/1) pagi, warga Palestina yang tewas mencapai hampir 1.200 orang. Sementara 5.825 lainnya terluka.

Upaya menghentikan perang juga terus dilakukan. Dari pertemuan darurat Liga Arab yang berlangsung di Doha, Qatar, negara-negara Teluk membekukan hubungan dengan Israel untuk memprotes pertumpahan darah di Gaza.

Namun Mesir dan Arab Saudi justru memboikot pertemuan ini. Kedua negara tersebut memang dianggap sebagai sekutu Amerika Serikat yang terus mendukung agresi Israel.

Pemimpin Hamas Khaled Mashaal yang hadir dalam pertemuan itu menolak proposal gencatan senjata selama 10 hari yang diajukan Mesir. Menurut Khaled Mashaal, konflik di Gaza hanya bisa diselesaikan jika Israel keluar dari Gaza serta pengakuan terhadap negara Palestina.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kekecewaannya terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dianggap lamban mengeluarkan resolusi untuk mengakhiri agresi militer di Jalur Gaza. Pemerintah Indonesia melalui duta besarnya di PBB akan terus berupaya mencari cara agar gencatan senjata bisa diwujudkan.

Serangan Israel ke Gaza, bagi warga Palestina seperti Jamal Sulaiman, adalah hukuman kolektif terhadap warga Palestina, bukan hanya Hamas. Israel menghendaki warga Palestina musnah dan tidak menginginkan perdamaian.

Soal senjata Hamas yang digembar-gemborkan mengancam Israel, menurut Jamal, adalah bohong besar. Israel mengisolir warga Gaza sejak setahun lalu jadi tak memiliki senjata. "Roket Hamas adalah roket-roket buatan tangan warga setempat yang jangkauannya tak jauh dari perbatasan," tambah Jamal.

Jamal juga menyebut tuduhan terowongan untuk memasok senjata ke Hamas adalah kebohongan besar. "Yang ada justru terowongan bikinan Israel di bawah Masjidil Aqsha, untuk Merusak bangunan suci umat Islam itu," jelas Jamal. Berita keberadaan terowongan-terowongan tak lain adalah buatan Israel sendiri.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

sumber:
http://www.liputan6.com

Jumat, 16 Januari 2009

Protes Gaza, 10.000 Situs Israel Diacak-acak



Screenshot aksi ke situs israel (Zone-H.org)
Jakarta - Serangan di dunia maya demi memprotes agresi Israel di Gaza, Palestina, masih berlanjut. Kurang lebih ada 10.000 situs Israel yang diacak-acak.

Demikian data terbaru dari Zone-H.org, yang dikutip detikINET, Rabu (14/1/2009). Situs yang mencatat aksi web defacement itu menyebutkan ada 10.413 serangan terhadap situs dengan nama domain .il (Israel). Dari 10.413 serangan itu, disebutkan ada 3.485 yang berupa serangan Single IP dan 6.928 serangan massal.

Sumber dari kalangan cyber underground di Indonesia mengatakan serangan-serangan tersebut sebenarnya juga melibatkan pelaku dari Indonesia. Namun beberapa dari Indonesia memilih bergabung dengan bendera internasional dalam melakukan aksinya.

Pesan-pesan dari ribuan serangan itu umumnya senada. Berikut beberapa pesan para pelaku yang sempat dibaca detikINET:
  • "Stop The War, Stop killing People & Child. Free Gaza Now" (Ashiyane Digital Security Team)
  • "Stop attacks u israel and usa ! you cursed nations ! one day muslims will clean the world from you !" (Agd_Scorpio)
  • "The resistance against the IDF is the only viable and standing tool to fight against Zionism and aggression" (The Moorish)
  • "This Hack iS To DeFend Islam That Has Been Harrased by Denmark and USA and Israel" (FesH4ck3rs Team)
  • "Stop WAR israel to pelstine!!!" (Old.Zone)
  • "You have weapons, you have technology But We have our ALLAH & Our Faith" (xOOmxOOm)

Meskipun demikian, tak semua serangan pada situs Israel membawa pesan protes Palestina. Beberapa serangan yang tercatat di Zone-H tak menunjukkan adanya pesan apapun yang disampaikan.
sumber:
http://www.detikinet.com

Tentara “Israel” memberi makan anjing mereka dengan tubuh anak Gaza?


Berita ini dilansir dari eramuslim.com. Sebuah perilaku keji dari tentara “Israel” laknatullah (semoga Allah mempercepat kebinasaan mereka). Seorang anak balita korban bom “Israel”, insyaAllah syahid dengan darah disekujur tubuhnya.., kemudian orangtuanya berusaha menyelamatkan jasad anaknya…

Apa yang terjadi..? Tentara-tentara terkutuk itu menembaki orangtua yang berusaha mengambil jasad anaknya, dan yang paling keji…mereka melepaskan anjing-anjing mereka yang kemudian memakan anak balita itu… orang tua mana yang sanggup menyaksikan ini..?

Berikut berita lebih lengkapnya:

Kekejian yang dilakukan tentara-tentara Zionis Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza sudah di luar batas perikemanusiaan. Tentara-tentara Zionis itu bukan hanya membantai warga Gaza dengan bom-bom dan tank-tanknya, tapi juga menggunakan anjing-anjing buas untuk meneror warga Gaza.

Kayed Abu Aukal, seorang dokter emergency di Gaza tidak tahu lagi kata-kata apalagi yang bisa digunakan untuk menggambarkan kekejian tentara-tentara Zionis itu. “Oh, Tuhan! Saya tidak pernah melihat pemandangan yang mengerikan seperti ini,” cuma itu kata-kata yang terlontar dari mulut Dokter Aukal melihat kondisi jenazah Shahd, seorang balita Palestina yang berusia 4 tahun.

Shahd sedang bermain di belakang rumahnya di kamp pengungsi Jabalita, utara Jalur Gaza ketika sebuah bom Israel jatuh di belakang rumah itu. Shahd yang masih balita itu pun gugur syahid. Orang tua Shahd mencoba menyelamatkan puterinya yang sudah bersimbah darah itu, tapi ketika mereka mencoba mengambil jasad Shahd, tentara-tentara Zionis menembaki mereka dari kejauhan.

Selama lima hari jasad Shahd tidak terurus dan tergelak di tanah, sampai akhirnya tentara-tentara Zionis melepaskan beberapa ekor anjing yang langsung mengoyak jasad Shahd yang sudah tak bernyawa. “Anjing-anjing itu menyisakan satu bagian tubuh dari bayi yang malang itu dalam kondisi utuh,” kata Dokter Aukal sambil meneteskan airmata.

“Kami sudah melihat pemandangan yang sangat memilukan selama 18 hari ini. Kami mengambil tubuh anak-anak yang terbakar atau terpisah-pisah, tapi kami belum pernah melihat hal yang seperti ini,” sambungnya.

Melihat jenazah adik perempuannya yang masih balita menjadi santapan anjing-anjing tentara Israel, saudara laki-laki Shahd bernama Matar dan sepupunya bernama Muhammad, nekad mendekati jenazah Shahd, tapi keduanya ditembaki tentara-tentara Zionis hingga gugur syahid.

Tetangga keluarga Shahd, Omran Zayda mengungkapkan, tentara-tentara Zionis Israel itu sengaja melakukan kekejaman itu. “Mereka (pasukan Zionis) mencegah keluarga Shahd yang ingin mengambil jenazahnya, dan mereka tahu anjing-anjing itu akan memakan jenazah Shahd,” ujar Zayda.

“Tentara-tentara Israel itu bukan hanya membunuh anak-anak kami, mereka juga dengan sengaja melakukan cara-cara yang kejam dan tidak berperikemanusiaan. Kalian tiak akan pernah bisa membayangkan apa yang dilukan anjing-anjing itu terhadap tubuh Shahd,” tukas Zayda sambil menahan cucuran air matanya.

Sejumlah warga Palestina mengungkapkan, banyak warga mereka yang mengalami hal yang sama dengan Shahd. Di Jabaliya, tentara-tentara Israel menembaki keluarga Abd Rabu yang sedang memakamkan anggota keluarga yang menjadi korban serangan Israel. Tembakan membuat orang-orang yang ingin memakamkan berlarian mencari perlindungan

Bukan cuma menembaki, tentara-tentara Zionis yang biadab itu kemudian melepaskan beberapa ekor anjing ke arah jenazah-jenazah yang belum sempat dimakamkan. “Apa yang terjadi kemudian sangat mengerikan dan tidak bisa dibayangkan,” kata Saad Abd Rabu.

“Anak-anak lelaki kami meninggal di depan mata kami dan kami dihalang-halangi untuk menguburkan jenazahnya. Lalu tentara-tentara Israel itu melepaskan beberapa ekor anjing ke dekat jenazah itu, seakan-akan kekejaman yang sudah mereka lakukan pada kami belum cukup,” tutur Abd Rabu tak kuasa menahan tangisnya. (ln/iol)

Tentara-tentara keji… semoga kematian-kematian yang menyiksakan segera kalian rasakan, diteruskan siksa kubur yang lebih menyakitkan sampai akhirnya menjadi penghuni neraka Jahannam yang paling menyakitkan…

sumber:

http://ukimedia.wordpress.com

Sepuluh Prajurit Israel Menolak Perang


israel

Sepuluh tentara cadangan Israel menolak ditugaskan dalam perang di Gaza sebagai protes atas pembantaian yang dilakukan pasukan Israel terhadap anak-anak dan kaum perempuan Gaza dalam agresi brutalnya ke wilayah itu.

Kantor Berita Ma’an melaporkan, seorang tentara cadangan Israel bersama satu unitnya menolak bergabung dengan pasukan yang melakukan serangan darat ke Jalur Gaza. Tentara-tentara itu memilih dipenjara selama 14 hari karena menolak tugas daripada harus ikut melakukan serangan brutal ke Gaza.

Sepuluh tentara dalam unit tersebut mengatakan, mereka tidak mau ambil bagian dalam perang yang telah membunuh hampir 1.000 warga sipil di Gaza, termasuk perempuan dan anak-anak dan untuk itu mereka siap diadili dengan tuduhan melanggar perintah.

“Kita sudah membunuh 900 rakyat Palestina dalam 17 hari, termasuk ratusan anak-anak. Jika kekerasan yang harus digunakan, kekerasan itu selayaknya digunakan seminimal mungkin, tapi itu tidak dilakukan,” kata No’em Levna, salah seorang prajurit Israel berpangkat letnan satu yang menolak ditugaskan ke Jalur Gaza.

“Membunuh warga sipil tak berdosa, tidak bisa dibenarkan. Tak ada satupun yang membenarkan tindakan semacam itu. Perbuatan itu adalah perbuatan jahat,” tukasnya.

Levna menambahkan, apa yang dilakukan militer Israel semata-mata hanya bentuk arogansi Irael yang dipaksakan sebagai tindakan yang logis. “Israel bilang, ‘jika kita berhasil menghancurkan lebih banya, semuanya akan baik-baik saja’. Tapi kebencian dan kemarahan yang kita tanam di Gaza, akan berbalik pada kita,” tandas Levna.

Inilah pertama kalinya sejumlah tentara Israel menolak dilibatkan dalam agresi massif yang dilakukan militer Israel ke Gaza. Para tentara itu lebih rela dipenjara daripada mengikuti perintah membunuh warga sipil tak berdosa di Palestina. (ln/prtv) eramuslim.com

sumber:

http://ukimedia.wordpress.com

SONG FOR GAZA : “We will not go down”

Sebuah lagu diciptakan oleh Michael Heart untuk rakyat Palestina di Gaza. Lagu ini disebarkan secara gratis di inet oleh pembuatnya sendiri sebagai bentuk simpatik dan solidaritas untuk penduduk GAZA. Lagu ini diiringi alat musik gitar. Untuk dowload lagu ini, silakan langsung download dari web si pembuat lagu. Atau diskusikan di forum myquran.org

Update:
Yang pesan video, silakan download dari sini (extension: .mp4)

Berikut adalah lirik dari lagu tersebut:

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight




Hamas: Kami Akan Menang, Atas Izin Allah

eramuslim.com
Setelah 10 hari agresi militer ke Gaza, bahkan dalam 2 hari terakhir ini sudah pula melakukan serangan darat, Israel harus menghadapi kenyataan bahwa mereka tidak bisa melakukan apa-apa terhadap Hamas dan rakyat Palestina. Sebaliknya, Hamas memberikan perlawanan yang luar biasa.

“Kemenangan akan datang untuk para pejuang Palestina.” ujar Mahmoud al-Zahar, seorang petinggi Hamas.

Al-Zahar mengatakan selama ini Brigade Izzudin al-Qassam, sayap Hamas, telah mempertunjukan kemampuan yang hebat selama konfrontasi langsung dengan tentara Israel. Satu hal yang tidak diketahui oleh media. “Kami akan mengalahkan mereka, insya Allah.” tambahnya.

Al-Zahar selanjutnya mengatakan bahwa sekarang Israel telah membuka jalan perang bagi pejuang Palestina. “Mereka telah membenarkan pembunuhan terhadap anak-anak mereka sendiri, dengan menembak anak-anak Palestina. Mereka telah memulai perusakan sinagog dan sekolah mereka, karena mereka sudah nyata menghancurkan masjid dan sekolah kami.”

Dalam kondisi seperti itu, Hamas juga melakukan serangan roket ke arah bagian selatan Israel.

Abu Obeida, juru bicara Brigade Izzudinal-Qasam, menyatakan bahwa banyak para pejuang Palestina yang menghadapi Israel di Jalur Gaza. “Kami telah menyiapkan ribuan pejuang tangguh, yang akan menunggu Israel di setiap sudut jalan.” tandasnya, “sepanjang mereka terus melakukan agresi, jumlah mereka akan terus berkurang kami habisi, dan mereka semua akan terkubur di sini!” (sa/aljeera)

sumber:

http://ukimedia.wordpress.com



israel vs palestine

Israel dan kroni2nya selalu menghembuskan berita2 dusta mengenai perang Gaza ini. Mereka selalu memberitakan kedustaan2an yang memang menjadi tabiat mereka sejak zaman dahulu. Diantara kedustaan yang bisa dibilang “sukses” adalah alasan mereka bahwa “Hamas yang menyerang lebih dulu”… Banyak yang percaya dengan hal ini, termasuk diantaranya sebagian kaum muslimin sendiri yang terlupa jika Yahudi itu pandai dalam membuat kedustaan2. Belum lagi titambah adanya kaum munafiqin di antara umat Islam sendiri yang menjual agamanya dengan harga murah kepada Israel… sungguh benar-benar menyakiti hati kaum muslimin Palestina…

Ucapan mereka (yahudi) memang meyakinkan, tapi ketahuilah bahwa mereka pandai memnebarkan fitnah, menyembunyikan kebenaran dan pandai mengarang berita dan berbohong untuk kepentingan mereka. Yahudi itu penakut, tapi sok pemberani karena kesombongan mereka. Yah, sekali lagi, itulah tabiat mereka…

Kembali lagi ke awal..? Mana yang benar, apakah Hamas yang memulai peperangan..? Atau Israel sendiri yang mulai melanggar perjanjian genjatan senjata..?

Hal ini sudah dibahas oleh saudara kami melalui forum detik.com

Allahumma Unshuril Mujahidiina Fi Filistiin

Ladang Gas Alam di Jalur Gaza… Mungkinkah..?


Seperti hal nya apa yang terjadi di Iraq dan Afganistan, gas dan minyak bumi diprediksikan sebagai ALASAN UTAMA penyerangan Yahudi ke Jalur Gaza Palestina. Seperti yang diberitakan Pakistan Daily, terdapat ladang gas alam di perairan Palestina dan “israel”. Ladang gas alam tersebut 60% berada pada teritorial Palestina (GAZA) sedangkan di GAZA tidak mungkin untuk melakukan hubungan diplomasi dengan pihak Israel kecuali jika Jalur Gaza berada dalam kendali Abbas…

ladang gas gaza palestina gas field in gaza

Dari sini kemungkinan ada “persekongkolan” antara Mesir, Israel dan Ramallah (Mahmoed Abbas) untuk menjatuhkan Hamas yang tidak mau diajak kerjasama dengan Israel, yang kemudian “persekongkolan” itu berlanjut kepada “bisnis” gas alam.

Katanya sih alasan Israel menyerang Hamas itu untuk menghentikan serangan roket Hamas… padahal, Hamas melakukan itu sebagai balasan pembunuhan yang dilakukan Israel kepada penduduk Palestina paska genjatan senjata. Jadi, alasan Israel menyerang Gaza HANYA alasan yang dibuat-buat saja…

Although the truce was met with skepticism, resistance factions in Gaza accepted it, but the situation in Gaza did not improve as the siege was only intensified, and the assaults and military incursions reoccurring.

During six months of declared truce, Israel carried out 193 violations until December 18, 2008. Most of the violations were carried out in recent weeks. The Israeli army killed 22 Palestinians, mainly fighters.

62 Palestinians, including nine fishermen, were wounded in recent Israeli attacks, and the army resumed the shelling of civilian areas and infrastructure. The army also kidnapped 38 Palestinians, all fishermen and famers.

Referensi:

http://suarapalestina.org/index.php?option=com_content&task=view&id=37&Itemid=28
http://www.daily.pk/world/middle-east/8992-hamas-holding-natural-gas-discoveriss-off-coast-of-gaza-hostage-in-2006.html
http://forum.detik.com/showpost.php?p=6007103&postcount=428

Ketangguhan dan keimanan warga Gaza yang menakjubkan


Suasana persatuan saudara muslim kita di Gaza mungkin dah sangat sulit untuk ditemukan di dunia ini. Yah, mereka selalu dalam kondisi sulit setelah diblokade Zionis sejak lepas dari Otoritas Palestina pimpinan pengkhianat Mahmud Abbas. Kondisi yang sulit membuat persatuan mereka begitu erat, saling memperhatikan antara yang satu dengan yang lain sampai terbentuklah masyarakat muslim yang kuat dan mandiri. Mungkin seperti inilah cermin dari masyarakat Madinah ketika Rasulullah memimpin umat Islam.

Bagaimana dengan kita…? Yah, kenikmatan dunia sangat mudah mencerai-beraikan kita. Penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati) membuat kita membuat kita semakin lemah. Akankah kita bisa bercermin dari warga Gaza..?

berikut “rekaman” eramuslim.com mengenai warga Gaza:

Sungguh menakjubkan mental dan keimanan warga Gaza. Di tengah gemuruh pesawat tempur Israel yang menjatuhkan bom-bom mematikan, warga Gaza tetap melangkahkan kaki ke masjid begitu suara adzan berkumandang.

Pemandangan ini terlihat di kawasan Syaikh Radwan, di barat Gaza. Tatkala suara adzan berkumandang dari masjid Al-Taqwa yang sudah kehilangan menaranya akibat bombardir pasukan Zionis, warga kota itu langsung berkumpul di masjid untuk menunaikan salat berjamaah.

“Begitu mendengar suara adzan, mereka langsung berdatangan ke masjid. Setiap hari, kami salah diantara reruntuhan masjid kami,” kata imam Masjid Al-Taqwa.

Lebih dari 50 masjid di Jalur Gaza hancur oleh bom-bom yang dimuntahkan pesawat-pesawat tempur Israel. Serangan terburuk menimpa Masjid Ibrahim Al-Maqadma. Masjid itu itu dibombardir saat warga Gaza menunaikan shalat, yang menyebabkan 16 jamaah syahid dan beberapa jamaah lainnya luka-luka.

Tapi, meski masjid-masjid mereka hancur, warga Gaza tetap berduyun-duyun ke masjid saat mendengar panggilan shalat dan pemandangan seperti ini hampir terlihat di seluruh Gaza.

“Warga Gaza dicekam kesedihan ketika melihat serangan Israel menghancurkan masjid-masjid mereka. Tapi, begitu mendengar suara adzan keesokan harinya, mereka kembali semangat,” ujar Awad Al-Sha’er, imam Masjid Khulafa Rashidiin di utara Gaza.

“Apapun yang terjadi, masjid-masjid kami akan tetap penuh. Kami tidak akan pernah membiarkan penjajahan menjadikan masjid-masjid kami kosong,” tukas Al-Sha’er.

Warga Gaza berani mengambil resiko terkena bom atau ditembak pasukan Israel setiap kali mereka berangkat ke masjid. “Diam di rumah pun, tidak membuat kami aman. Jika memang sudah saatnya bagi kami untuk mati, maka kami akan mati,” ungkap Abu Anas Al-Zahama, salah seorang warga Gaza yang selalu shalat berjamaah di masjid.

Selain menjadi tempat ibadah, masjid-masjid di Gaza juga berfungsi untuk membantu meringankan penderitaan warga Gaza sepanjang agresi biadab Israel ke wilayah itu.

“Sejak perang dimulai, masjid-masjid mengintensifkan bantuan untuk warga. Bukan hanya bantuan makanan, kami juga memberikan pengobatan dan uang,” kata Mohammaed Anshour, imam Masjid Al-Bukhari.

Masjid Yarmuk di Gaza City melakukan penggalangan bantuan untuk warga yang rumahnya hancur oleh serangan pasukan Zionis. Dan penggalangan dana itu disambut antusias oelh warga Gaza lainnya. Meski menderita akibat serangan pasukan Zionis, warga Gaza masih bisa memberikan sumbangan untuk menolong saudara-saudaranya yang lain. Satu lagi pemandangan menakjubkan di Gaza.

Ahmad, seorang bocah berusia 8 tahun misalnya, menyumbangkan semua uang yang berada di celengannya. Begitu pula Abu Ammar, seordang pedagang, menyumbangkan selimut dan pakaian untuk warga yang mengungsi di sekolah-sekolah yang dikelola UNRWA.

“Kita harus tetap bersatu dan masjid-masjid kami akan selalu menunjukkan sikap persatuan itu. Semangat semacam ini, membuat kami tidak mudah dikalahkan,” kata seorang warga Gaza yang sedang menyumbangkan uangnya ke sebuah masjid. Subhanallah… (ln/iol)
sumber:
http://ukimedia.wordpress.com

Tank Israel menembak markas PBB..!!


Diberitakan bahwa Tank-tank dan pesawat tempur Israel tidak pandang bulu dalam mengincar serangan.

Markas Badan Bantuan Sosial dan Pekerja PBB (UNRWA) di Gaza pun tidak lepas dari incaran tembakan tiga tank Israel.

Tembakan tank-tank masuk ke kompleks UNRWA Gaza. Akibatnya, tiga karyawan terluka, satu gedung terbakar, dan bagian lain rusak parah.

Komunitas internasional dengan keras mengecam Israel karena menyerang Markas PBB. Kecaman berdatangan dari Perancis, Uni Eropa, dan Inggris. Bahkan, Uni Eropa mengaku terkejut dan amat kecewa dengan ulah Israel ini.

Akibat gempuran tank Israel, untuk sementara UNRWA menghentikan sebagian kegiatan pengaturan bantuan. Meski demikian, kegiatan pemberian bantuan kemanusiaan diupayakan tidak terhenti.

Akibat serangan Israel sedikitnya 1.100 orang tewas dan 5.000 orang terluka. Di antara korban tewas terdapat 355 anak-anak, 100 wanita, dan 117 orang lanjut usi

Korban Tewas Menembus Angka 1.150

Wilayah Jalur Gaza yang dibombardir Israel.

Liputan6.com, Gaza: Agresi militer Israel ke Jalur Gaza, genap memasuki pekan ketiga, Jumat (16/1). Tercatat lebih dari 1.150 jiwa telah melayang. Sedangkan 5.160 orang mengalami cedera. Sepanjang Jumat kemarin, rudal demi rudal terus dimuntahkan mesin tempur Negeri Zionis ke berbagai lokasi di Gaza.

Sasarannya tak hanya bangunan milik kelompok Hamas. Rumah Sakit Al-Quds di Kota Gaza, pun digempur dengan menggunakan tank-tank Israel. Petugas medis dan warga pun panik. Namun apa daya, tak ada yang bisa dilakukan untuk menahan serangan Israel. Rumah sakit itu pun hancur diterjang rudal Israel.

Sebuah masjid turut dilaporkan menjadi sasaran tembak serdadu Negeri Yahudi menjelang ibadah salat Jumat. Serangan darat Israel juga dilancarkan di Rafah, wilayah selatan Jalur Gaza. Tank-tank Israel menyerang sejumlah lokasi yang disinyalir tempat persembunyian pejuang Hamas.

Sedangkan bukti penggunaan bom fosfor putih oleh Israel semakin kuat. Para dokter di Klinik Luka Bakar Adnan Al-Alami menegaskan hal ini. Terdapat 10 kasus luka bakar yang membuktikan penggunaan bom fosfor putih oleh Israel adalah suatu pelanggaran terhadap hukum internasional.

Sementara, upaya diplomasi untuk mencapai gencatan senjata terus digalang oleh negara-negara Arab dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi Darurat Negara-negara Arab di Kota Doha, pemerintah Qatar mengumumkan pembekuan hubungan bilateral dengan Israel untuk memprotes agresi Negeri Zionis ke Gaza.

Namun upaya diplomasi mencapai kesepakatan gencatan senjata ditolak Kepala Biro Politik Hamas, Khaled Meshal. Ia menegaskan gencatan senjata hanya dapat dicapai bila Israel mencabut blokade dan membuka seluruh pintu perlintasan ke Gaza.

Seruan gencatan senjata kembali disuarakan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon saat berkunjung ke Ramallah, menemui Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Adapun Israel dilaporkan tengah mempertimbangkan proposal gencatan senjata yang ditawarkan Mesir. Dalam proposal tersebut, Mesir akan menutup jalur penyelundupan senjata yang dijamin Amerika Serikat. Sementara diskusi pembukaan blokade Gaza akan digelar dalam beberapa waktu mendatang.

Israel akan menghentikan serangan, tapi sewaktu-waktu dapat kembali digelar jika Hamas terus menembakkan roket ke wilayah mereka. Keputusan diterimanya proposal Israel ini akan diketahui Sabtu pagi atau Jumat malam waktu Israel.

Seiring dengan meningkatnya gempuran Israel, unjuk rasa menentang agresi militer Negeri Zionis ke Gaza hingga kemarin masih terus disuarakan dunia internasional. Demonstrasi di Tepi Barat, Palestina, untuk pertama kalinya memakan korban.

Tembakan gas air mata dilepaskan tentara Israel untuk meredam unjuk rasa ratusan warga Hebron, Tepi Barat. Tidak puas dari jarak jauh, tentara Israel berupaya mendekat ke arah kerumunan pengunjuk rasa. Bahkan, tembakan senapan otomatis pun diletuskan prajurit Israel terhadap demonstran. Akibatnya seorang pengunjuk rasa tewas ditembak. Lima lainnya cedera dalam insiden ini.

Bentrokan warga dengan tentara Israel juga terjadi di pos penjagaan Qalandiya, dekat Kota Ramallah. Tembakan gas air mata turut dilepaskan serdadu Israel. Namun tak dilaporkan adanya korban jiwa. Selain di Tepi Barat, unjuk rasa juga berlangsung di Jerusalem Timur dan Ramallah.

Di belahan dunia lainya, unjuk rasa juga berakhir bentrok di Srinagar, India. Pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan polisi yang hendak membubarkan aksi anti-Israel. Tembakan gas air mata polisi justru dibalas pengunjuk rasa dengan lemparan batu.

Aksi serupa berbuntut ricuh juga terjadi di ibu kota Yordania, Amman. Ini menyusul dicegahnya upaya demonstran memasuki Kedutaan Besar Israel oleh polisi antihuru-hara. Satu orang cedera dalam insiden ini.

Namun aksi yang berbeda digelar warga Teheran, Iran. Mereka menuntut para pemimpin negara Arab seperti Raja Abdullah II dari Yordania, Presiden Mesir Husni Mubarak, serta Raja Arab Saudi Abdullah untuk bertanggung jawab atas tewasnya seribu lebih warga Gaza di tangan militer Israel.

Agresi Israel tidak saja mengancam kehidupan warga Gaza, melainkan juga para relawan kemanusiaan yang bekerja di kawasan tersebut. Mereka yang mengabdi tak kenal lelah justru ikut menjadi korban serangan membabi buta Israel.

Wartawan SCTV Mauluddin Anwar dan Yon Helfi melaporkan, bantuan dari berbagai negara terus mengalir ke perbatasan Rafah, Mesir. setelah beberapa jam menunggu, bantuan obat-obatan dan peralatan medis ini kemudian diangkut ke perbatasan Gaza. Bantuan kemudian dipindahkan ke truk-truk yang akan membawa ke Jalur Gaza.

Para sopir itu akan membawa bantuan ke berbagai wilayah Gaza, terutama ke rumah sakit yang kini kekurangan obat dan peralatan medis. Mereka tak kenal lelah dan tentu saja harus menantang maut demi menyalurkan bantuan dari seluruh dunia itu sampai ke tangan warga Gaza yang membutuhkan.

Karena gencarnya agresi Israel, perjalanan di Gaza yang tak sebesar wilayah Jakarta pun harus ditempuh berhari-hari. Ini mengingat setiap bom bom berjatuhan di kawasan yang dilintasi. Para relawan medis juga bekerja tak kenal lelah meskipun maut selalu mengancam. Mereka mengevakuasi korban agresi Israel ke rumah sakit di Gaza maupun ke perbatasan Mesir.(ANS)

sumber:

http://www.liputan6.com



Mantan Mendagri Hamas Tewas Dirudal Israel

Kondisi kawasan Gaza pascaserangan Israel.






Liputan6.com, Gaza: Mendapat kecaman keras karena menjatuhkan rudal ke Gedung Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa, tidak membuat Israel mengendurkan serangannya. Sedikitnya 4o titik di Jalur Gaza menjadi target serangan jet-jet tempur Israel, Jumat (16/1).



Militer Israel menyatakan serangan ditujukan terhadap terowongan bawah tanah, perangkat peluncur roket, dan sebuah masjid yang diklaim Israel menjadi tempat penyimpanan roket Hamas. Israel juga melancarkan serangannya ke rumah pejabat senior Hamas yang menewaskan mantan Menteri Dalam Negeri Hamas, Said Siam.



Tidak hanya itu, serangan Israel juga mengenai pihak lain yang tidak ada hubungannya dengan konflik kedua pihak. "Bom Israel juga mengenai lima tentara Mesir," ujar reporter SCTV Mauludin Anwar dalam laporang langsungnya dari perbatasan Gaza-Mesir.



Mauludin menjelaskan, hari ini delegasi Israel tiba di Kairo, Mesir, untuk mempelajari usulan damai yang ditawarkan Hamas. Syarat yang diajukan Hamas antara lain, Israel harus meninggalkan Gaza, membuka perbatasan tanpa syarat, dan penempatan internasionl.



Sementara dari Israel disebutkan, syarat yang harus dipenuhi Hamas adalah perlucutan senjata dari kelompok itu dan penutupan seluruh terowongan yang selama ini menjadi tempat lalu-lintas senjata ke Gaza.



Sementara itu, Departemen Luar Negeri Indonesia hingga kini terus berupaya mengevakuasi Umi Saodah, tenaga kerja yang terjebak di Jalur Gaza. Menurut informasi Palang Merah Internasional, kondisi TKI asal Tuntang, Jawa Tengah, Umi Saodah dalam keadaan selamat, meski ia masih ditahan di rutan milik pemerintah Palestina di Kota Gaza.



Kedutaan Besar RI di Mesir juga telah memastikan pemerintah Palestina, Hamas, serta Palang Merah Internasional, bersedia membantu upaya evakuasi Umi. Perwakilan RI pun sudah menghubungi mantan majikan Umi agar membebaskannya dari jeratan hukum, namun kondisi keamanan di kawasan Gaza yang masih rawan menyulitkan upaya evakuasi.



Menurut Mauludin Anwar, majikan Umi saat ini sudah tak lagi mengajukan tuntutan, sehingga Umi bisa dibawa ke Tanah Air. Bahkan, skenario penjemputan sudah disiapkan dan KBRI sudah mendapat izin masuk untuk Umi dari pemerintah Mesir melalui perbatasan Rafah. Namun, kondisi keamanan belum memungkinkan dilakukannya evakuasi.(ADO)



sumber:

http://www.liputan6.com

Sejarah Yahudi & Zionis Israel


sejarah-yahudi-zionis

Banyak media massa lokal maupun internasional sekarang ini berusaha untuk mengangkat perkembangan berita terbaru tentang Agresi Militer Israel di Palestina, tidak terkecuali para Blogger berlomba-lomba menyajikan berita terhangat demi ratting yang tinggi. tetapi pada postingan kali ini, saya tidak sedang membicarakan tentang bagaimana perkembangan perang yang terjadi di Gaza, namun lebih kepada menyajikan Sejarah bagaimana adanya kaum ‘Yahudi’ di muka bumi ini, baik dari perspektif history (red. Sejarah) maupun dari Perspektif Agama.

Pada awal, semua tanah Palestina, khususnya Yerusalem, adalah suci untuk orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Muslim. Alasannya adalah karena sebagian besar nabi-nabi Allah SWT yang diutus untuk memperingatkan manusia menghabiskan sebagian atau seluruh kehidupannya di tanah ini.

Menurut studi sejarah yang didasarkan atas penggalian arkeologi dan lembaran-lembaran kitab suci, Nabi Ibrahim, putranya, dan sejumlah kecil manusia yang mengikutinya pertama kali pindah ke Palestina, yang dikenal kemudian sebagai Kanaan, pada abad kesembilan belas sebelum Masehi. Tafsir Al-Qur’an menunjukkan bahwa Ibrahim (Abraham) AS, diperkirakan tinggal di daerah Palestina yang dikenal saat ini sebagai Al-Khalil (Hebron), tinggal di sana bersama Nabi Luth (Lot). Al-Qur’an menyebutkan perpindahan ini sebagai berikut:

Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”, mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi. Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia. (Qur’an, 21:69-71)

Daerah ini, yang digambarkan sebagai “tanah yang telah Kami berkati,” diterangkan dalam berbagai keterangan Al-Qur’an yang mengacu kepada tanah Palestina.

Sebelum Ibrahim AS, bangsa Kanaan (Palestina) tadinya adalah penyembah berhala. Ibrahim meyakinkan mereka untuk meninggalkan kekafirannya dan mengakui satu Tuhan. Menurut sumber-sumber sejarah, beliau mendirikan rumah untuk istrinya Hajar dan putranya Isma’il (Ishmael) di Mekah dan sekitarnya, sementara istrinya yang lain Sarah, dan putra keduanya Ishaq (Isaac) tetap di Kanaan. Seperti itu pulalah, Al-Qur’an menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim mendirikan rumah untuk beberapa putranya di sekitar Baitul Haram, yang menurut penjelasan Al-Qur’an bertempat di lembah Mekah.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Qur’an, 14:37)

Akan tetapi, putra Ishaq Ya’kub (Jacob) pindah ke Mesir selama putranya Yusuf (Joseph) diberi tugas kenegaraan. (Putra-putra Ya’kub juga dikenang sebagai “Bani Israil.”) Setelah dibebaskannya Yusuf dari penjara dan penunjukan dirinya sebagai kepala bendahara Mesir, Bani Israel hidup dengan damai dan aman di Mesir.

Suatu kali, keadaan mereka berubah setelah berlalunya waktu, dan Firaun memperlakukan mereka dengan kekejaman yang dahsyat. Allah menjadikan Musa (Moses) nabi-Nya selama masa itu, dan memerintahkannya untuk membawa mereka keluar dari Mesir. Ia pergi ke Firaun, memintanya untuk meninggalkan keyakinan kafirnya dan menyerahkan diri kepada Allah, dan membebaskan Bani Israil yang disebut juga orang-orang Israel. Namun Firaun seorang tiran yang kejam dan bengis. Ia memperbudak Bani Israil, mempekerjakan mereka hingga hampir mati, dan kemudian memerintahkan dibunuhnya anak-anak lelaki. Meneruskan kekejamannya, ia memberi tanggapan penuh kebencian kepada Musa. Untuk mencegah pengikut-pengikutnya, yang sebenarnya adalah tukang-tukang sihirnya dari mempercayai Musa, ia mengancam memenggal tangan dan kakinya secara bersilangan.


Menyusul wafatnya Nabi Yusuf (Joseph), Bani Israel mengalami kekejaman tak terperikan di tangan Firaun.

Meskipun Firaun menolak permintaannya, Musa AS dan kaumnya meninggalkan Mesir, dengan pertolongan mukjizat Allah, sekitar tahun 1250 SM. Mereka tinggal di Semenanjung Sinai dan timur Kanaan. Dalam Al-Qur’an, Musa memerintahkan Bani Israil untuk memasuki Kanaan:

Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (Qur’an, 5:21)

Setelah Musa AS, bangsa Israel tetap berdiam di Kanaan (Palestina). Menurut ahli sejarah, Daud (David) menjadi raja Israel dan membangun sebuah kerajaan berpengaruh. Selama pemerintahan putranya Sulaiman (Solomon), batas-batas Israel diperluas dari Sungai Nil di selatan hingga sungai Eufrat di negara Siria sekarang di utara. Ini adalah sebuah masa gemilang bagi kerajaan Israel dalam banyak bidang, terutama arsitektur. Di Yerusalem, Sulaiman membangun sebuah istana dan biara yang luar biasa. Setelah wafatnya, Allah mengutus banyak lagi nabi kepada Bani Israil meskipun dalam banyak hal mereka tidak mendengarkan mereka dan mengkhianati Allah.

Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mu’min dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Qur’an, 48:26)

Karena kemerosotan akhlaknya, kerajaan Israel mulai memudar dan ditempati oleh berbagai orang-orang penyembah berhala, dan bangsa Israel, yang juga dikenal sebagai Yahudi pada saat itu, diperbudak kembali. Ketika Palestina dikuasai oleh Kerajaaan Romawi, Nabi ‘Isa (Jesus) AS datang dan sekali lagi mengajak Bani Israel untuk meninggalkan kesombongannya, takhayulnya, dan pengkhianatannya, dan hidup menurut agama Allah. Sangat sedikit orang Yahudi yang meyakininya; sebagian besar Bani Israel mengingkarinya. Dan, seperti disebutkan Al-Qur’an, mereka itu yang: “: telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan ‘Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (Al-Qur’an, 5:78 ) Setelah berlalunya waktu, Allah mempertemukan orang-orang Yahudi dengan bangsa Romawi, yang mengusir mereka semua keluar dari Palestina.

Tujuan penjelasan yang panjang lebar ini adalah untuk menunjukkan bahwa pendapat dasar Zionis bahwa “Palestina adalah tanah Allah yang dijanjikan untuk orang-orang Yahudi” tidaklah benar. Pokok permasalahan ini akan dibahas secara lebih rinci dalam bab tentang Zionisme.

Zionisme menerjemahkan pandangan tentang “orang-orang terpilih” dan “tanah terjanji” dari sudut pandang kebangsaannya. Menurut pernyataan ini, setiap orang yang berasal dari Yahudi itu “terpilih” dan memiliki “tanah terjanji.” Padahal, ras tidak ada nilainya dalam pandangan Allah, karena yang penting adalah ketakwaan dan keimanan seseorang. Dalam pandangan Allah, orang-orang terpilih adalah orang-orang yang tetap mengikuti agama Ibrahim, tanpa memandang rasnya.

THE MUSLIM OBSERVER, September 2001

W. REPORT, Juli 96
Sementara umat Yahudi yang menentang Zionisme secara terbuka menentang pemerintah Israel, Yahudi fanatik berpandangan: “Tanah Terjanji adalah untuk Orang Terpilih. Selamanya. Kekal. Abadi.” Di sampul luar Washington Report on Middle East Affairs, Yahudi fanatik digambarkan membawa spanduk dengan semboyan ini. Karena pandangan keliru seperti ini, mereka bertindak kejam atas tahanan penduduk Palestina Kristen maupun Islam.

Al-Qur’an juga menekankan kenyataan ini. Allah menyatakan bahwa warisan Ibrahim bukanlah orang-orang Yahudi yang bangga sebagai “anak-anak Ibrahim,” melainkan orang-orang Islam yang hidup menurut agama ini:

Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman. (Qur’an, 3:68 )

sumber:

http://yuhendrablog.wordpress.com