Get paid To Promote at any Location

Sabtu, 20 Juni 2009

Nyari Sensasi, Pelajar Subang Mesum di Warung Kopi

http://bakudara.com/wp-content/uploads/2009/06/glpy18eotg-150x150.jpg
Kisah tentang video mesum dan prilaku seks bebas di kalangan remaja dan pelajar memang belum ada habis-habisnya dan (mungkin) tak kan pernah habis. Asusila memang, tapi semakin hari semakin marak dan dicari.

Berita tentang penangkapan, razia prostiusi, penggerebekan kemudian digelandang dan di arak ke kampung oleh massa setempat tidak menjadi penghalang bagi mereka, sebaliknya berita itu menjadi tontonan sekaligus tuntutan bagi mereka, bahkan sebagian mereka menjadi tantangan menarik yang membuat aktivitas sek semakin nikmat.

Cerita tentang mobil bergoyang di pantai ancol dan di kawasan puncak sudah menjadi menu obrolan setiap malam. Bukan menjadi pemandangan tabu, justru barangkali sudah menjadi trend atau gaya pacaran era demokrasi.

Ilustrasi berita di beberapa media online, sudah sangat akrab dengan bahasa judul yang sejatinya mengerutkan dahi, buat kita dan orang tua. Lagi Asyik Mesum, Dua Pelajar SMP Digerebek, Wow, Siswa SMA Trenggalek Beradegan Hot, Video Mesum Pelajar SMU di Pati Jadi Incaran Warga, Video Mesum Siswi SMP Kembali Beredar, Beredar, Video Mesum Siswa SMP & SMA Blitar, Lagi, Video Mesum Pelajar Hebohkan Warga, Video Mesum Mahasiswi Gresik Beredar Luas.

Belum cukup sampai di situ, ada pula judul seperti Video Mahasiswi Kepergok Mesum Beredar Luas, Indehoi, Dua Pasangan Mesum Diamankan, Gerebek Rental VCD Porno, Dapati Pelajar Mesum, Video Mesum Oknum PNS Goyang Bali, Pelajar Subang Mesum di Warung Kopi, Video Mesum Siswi SMP Kembali Gegerkan Bali, Video Mesum Pelajar SMU Hebohkan Bali, dan Usai Nonton Film Porno, 6 Bocah SD Cabuli Anak TK serta beberapa kasusitis lain yang sejatinya jauh lebih besar yang belum terungkap.

terakhir video mesum pelajar salah satu SMA di daerah Pamanukan Subang melakukan hubungan intim layaknya suami istri. Ironisnya dalam video berdurasi sekitar 8 menit itu digambarkan aksi bejat itu dilakukan di sebuah warung di daerah wisata Pantai Patimban, Kecamatan Pusakanegara, Subang.

Dua pelajar salah satu SMA di daerah Pamanukan itu melakukan hubungan intim layaknya suami istri. Ironisnya lagi, aksi bejat yang dilakukan oleh pelajar kelas II SMA, sebut saja namanya Bunga-Andri itu dilakukan di sebuah warung di daerah wisata Pantai Patimban, Kecamatan Pusakanegara.

Ini kisah nyata, ini tentang fakta bukan fiksi yang ada di film-film atau sinetron. Dan dari beberapa kasuistis itu, aksi seks bebas di luar nikah itu nyaris (didominasi) oleh sepasang kekasih yang dimabuk nafsu, bukan karena diperkosa atau pemerkosaan. Artinya, pelecehan seksual itu berawal dari cinta, atau seks atas nama cinta.

Ending dari semua pemeran video film esk-esek itu berakhir di kantor polisi atau dinikahkan, setelah itu beres. Yups, secara hokum memang masalah mereka beres. Tapi dampak yang jauh lebih besar dari sekedar malu dengan tetangga adalah potensi terjangkitnya virus hiv/aids dan sudah menghilangkan harga diri kemanusian di mata tetangga sebelah.

“Dampak pelecehan seksual pada anak adalah membunuh jiwanya. Karena luka pelecehan seksual akan dibawa terus hingga usia beranjak dewasa, dan menjadi luka abadi yang sulit dihilangkan”. Stephen J Sossetti


sumber:
http://bakudara.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar