Get paid To Promote at any Location
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 September 2010

Awan Misterius Muncul di Australia

Awan sangat panjang dan aneh muncul di Australia. Awan yang memiliki panjang hingga 900 km itu bergerak 56 km per jam.

Awan itu bisa menyebabkan masalah pada pesawat terbang bahkan saat terbang di siang hari.

Dikenal sebagai awan Morning Glory awan itu selalu muncul tiap musim gugur di Burketown, Queensland Australia kota terpencil dengan penduduk hanya 200 orang.

Pilot banyak membawa turis menuju lokasi itu tiap tahun untuk melakukan ‘selancar awan’ di fenomena yang misterius itu.

Bentuk awan serupa juga muncul di beberapa wilayah penjuru dunia. Namun hingga kini belum ada yang bisa menjelaskan penyebab awan Morning Glory itu.[ito] sumber






Rabu, 15 September 2010

Asteroid Hantam Bumi Seperti Shotgun

http://static.inilah.com/data/berita/foto/818221.jpg
Asteroid berukuran kerikil yang ditarik bersamaan oleh gravitasi dapat menghantam bumi seperti tembakan shotgun.

Teori ini telah lama dikeluarkan yang menyatakan bahwa 'tumpukan puing' asteroid ini apabila memiliki kecepatan yang cukup dapat menembakkan material melalui gaya sentrifugal sehingga terciptalah kumpulan batu pada orbit yang sama dengan Bumi.

Saat ini, ilmuwan di Tel Aviv University menggunakan Observatorium sekolah di kedalaman Gurun Negev, berhasil membuktikan keberadaan teori-teori pasangan ‘asteroid terpisah’ ini, seperti dikutip INILAH.COM dari rilis universitas pada Senin (13/9).

David Polishook dan Noah Brosh dari Department of Geophysics and Planetary Sciences sekolah mengatakan bahwa riset ini belum memverifikasi teori itu. Namun asteroid semacam itu dapat memiliki implikasi jika benar melewati Bumi.

Alih-alih permukaan bumi ditabrak batu raksasa, Bumi akan dilempari oleh batu kerikil yang tak terhitung banyaknya yang terbuat dari asteroid itu, kata Brosch.

Pengetahuan ini perlu dipertimbangkan untuk membuat taktik defensif yang berbeda jika sebuah asteroid berada pada jalur yang melewati Bumi, kata para peneliti.(inilah.com)

Sisi Lain dari Badai Salju

Badai salju yang terjadi belakangan ini di berbagai negara di eropa telah menyebabkan berbagai masalah seperti kereta transeuro yang terjebak diterowogan selama 5 jam, penerbangan yang ditunda dan masih banyak kejadian yang menyulitkan aktivitas lainnya....

namun inilah sisi lain dari kejadian-kejadian tersebut, nikmatilah sobat....

Metode Baru Pembekuan Sperma

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/05/12/0953538620X310.jpg
Para ilmuwan dari Cile mengumumkan keberhasilan melakukan teknik terbaru membekukan sperma secara cepat yang disebut dengan metode vitrifikasi. Hal ini membuka peluang bagi pria dengan jumlah sperma sedikit atau pengidap HIV positif untuk memiliki keturunan.

Karena dibekukan secara cepat, kemampuan sperma untuk berenang menuju sel telur menjadi lebih efisien dibandingkan dengan teknik pembekuan sperma konvensional. Dengan teknik pembekuan sperma yang saat ini banyak dipakai, kemampuan aktivitas sperma hanya bisa dipertahankan 30-40 persen. Dengan metode vitrifikasi, aktivitasnya meningkat menjadi 80 persen.

Sebenarnya vitrifikasi bukanlah hal baru dalam dunia kedokteran. Metode ini sudah dipakai untuk membekukan sel telur dan embrio sehingga bisa dipakai kemudian dalam teknik bayi tabung. Ketika dicairkan, ternyata kebanyakan sel telur dan embrio lebih bertahan dengan vitrifikasi dibandingkan teknik pembekuan lambat.

Ternyata ketika metode ini dipakai untuk membekukan sperma, angka keberhasilannya cukup tinggi. "Hasil riset menunjukkan, aktivitas sperma bisa dijaga lewat vitrifikasi sehingga kemungkinan pria yang memiliki jumlah sperma sedikit untuk punya anak lebih besar," kata Profesor Raul Sanches dari La Frontera University, Cile.

Walaupun metode ini berpeluang dipakai untuk pria pengidap HIV positif untuk memiliki anak yang sehat tanpa khawatir akan tertular virus, tetapi para ilmuwan masih akan melakukan penelitian lebih dalam untuk memastikan apakah residu virus HIV tidak akan tertinggal dalam sperma.(kompas.com)

Senin, 13 September 2010

Momen Saat Komet "Termakan Matahari"

Sobat tau komet itu apa??
komet itu benda langit yang mengelilingi matahari namun orbitnya lonjong, dimana terdapat sisi yang dekat dekat matahari dan sisi yang jauh dari matahari.

Belum lama ini NASA tidak sengaja merekam momen saat komet terbakar di matahari, ini diisebabkan orbitnya terlalu dekat dengan matahari.

Agency Luar angkasa yang fokus terhadap matahari, SOHO Solar and Helioscopic Observatory menangkap jejak komet Kreutz Sungrazer.

Rekaman tersebut tersebar di youtube dan situs atau blog astronomi.

SOHO mengatakan rekaman ini menggunakan coronagraph, dimana bisa memblok objek yang bersinar...

Karena orbit komet Kreutz Sungrazer terlalu dekat dengan matahari maka terlihat dalam rekaman ia tidak kembali dari sisi sebaliknya matahari, diduga komet tersebut hancur....

Minggu, 12 September 2010

Salah Satu Gol Spektakuler Terjelaskan Lewat Rumus Fisika

http://cdn3.nonblok.com/sites/nonblok.com/files/imagecache/bd_full_150/i/olahraga/Carlos_impossible_goal.jpg
Ilmuwan fisika kini mampu menjelaskan salah satu gol paling spektakuler yang pernah diciptakan dalam sejarah sepakbola.

Gol itu diciptakan lewat sebuah tendangan yang dilakukan Roberto Carlos saat Brasil bertanding melawan Prancis dalam pertandingan persahabatan untuk membuka turnamen Tournoi de France tahun 1997.

Lengkungan tendangan pisang Roberto Carlos sedemikian tajamnya sehingga membuat kiper Fabien Barthez kebingungan dan seluruh stadion terpana.

Selama bertahun-tahun, anggapan umum adalah bahwa tendangan fantastis itu adalah sebuah kebetulan belaka.

Namun, sejumlah ilmuwan Prancis berhasil mengukur lengkungan tendangan itu, dan kemudian membuat rumus fisika untuk menjelaskannya. Hasil temuan mereka dimuat di sebuah jurnal fisika, New Journals of Physics.

Dikatakan, bahwa tendangan itu bisa diulangi dengan persis kalau bola ditendang dengan kekuatan yang cukup, kekuatan pelintiran yang memadai, dan tidak kalah pentingnya, jarak yang cukup jauh dari gawang.

Lintasan lengkung
Gol tersebut sebelumnya disebut menyalahi hukum alam, tetapi rumus fisika yang ditulis ilmuwan Prancis tadi bisa dengan persis menunjukkan lintasan yang dilalui bola bila angka dalam rumus tersebut dipenuhi.

"Kami bisa menunjukkan lintasan ketika bola melintir dalam bentuk spiral," kata peneliti utama Christophe Clanet dari sekolah politeknik, Ecole Polytechnique di Paris kepada BBC.

Dr Clanet menggambarkan lintasan itu layaknya rumah siput, dan lengkungan akan semakin tajam berbanding lurus dengan jarak.

Jarak yang semakin jauh akan membuat lengkungan semakin tajam.

Dan karena jarak Roberto Carlos dari gol sekitar 35 meter, lintasan lengkungnya sangat kelihatan. Itulah yang membuat Fabian Barthez tidak bisa bereaksi.

Kalau jaraknya terlalu dekat, maka bola tidak akan sempat melengkung untuk kedua kalinya dan lengkungannya tidak akan terlalu tajam.

Jadi apa yang disebut bola bergerak menyalahi hukum alam sebenarnya tidak benar, karena justru bola tersebut mengikuti lintasan yang alami sifatnya.

Dr Clanet dan rekannya, David Quere, sedang mempelajari lintasan tembakan peluru ketika mereka tiba-tiba sadar akan penemuan tak terduga mereka itu.

Memang perhitungan yang dikemukakan oleh pakar dari Prancis itu mengabaikan faktor daya tarik bumi atau gravitasi, dan menganggapnya sebagai sebuah lengkungan yang sempurna.

"Di lapangan sepakbola tentu saja akan ada persoalan gravitasi ini," jelas Dr Clanet. "Tetapi kalau Anda menendangnya dengan kekuatan yang cukup, seperti yang dilakukan Carlos, maka persoalan gravitasi bisa diminimalisir."

Lewat Sinar, Manusia Bisa Pindah Tempat?

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/09/10/1833115p.jpg
Para ilmuwan menemukan sinar pengangkut yang mampu memindah obyek lebih besar pada jarak lebih jauh dari sebelumnya.

Satu tim peneliti di Australian National University (ANU) di Canberra, Australia lewat penelitian mereka telah makin baju dalam ilmu transportasi molekular, yang menjadi terkenal berkat slogan Beam me up, Scotty, dari serial televisi Star Trek.

Lewat cahaya energi yang mereka sebut tractor beam, para ilmuwan berhasil memindahkan partikel-partikel kecil hingga 59 inci.

Para fisikawan sejak bertahun-tahun lalu mampu memanipulasi partikel kecil dalam jarak sangat dekat menggunakan laser.

Tapi, Andrei Rhode, salah satu peneliti dari ANU, mengatakan teknik yang dikembangkan timnya bisa memindah obyek seratus kali kalau ukuran jaraknya hampir satu setengah meter.

Metode ini melibatkan sinar laser kaca berongga sekitar partikel yang memanaskan udara sekitar mereka.

Pusat balok yang memukul partikel-partikel tetap dingin sehingga mereka ditarik ke arah sinar hangat ujungnya.

Tetapi, molekul udara yang dipanaskan terpental di sekitar permukaan partikel kaca dan menyentuh mereka kembali ke pusat yang lebih dingin.

Dr Rhode menjelaskan, dengan menggunakan dua balok laser, partikel-partikel bisa dimanipulasi untuk bergerak ke arah yang berbeda.

"Kami pikir teknik ini bisa bekerja bahkan pada jarak yang lebih jauh dari yang sudah kami uji coba. Dengan partikel-partikel dan laser yang kami gunakan, saya kira sampai 10 meter," jelas Dr Rhode, seperti dikutip Daily Mail.

Jarak maksimum yang bisa dicapai oleh dia dan timnya terbatas pada peralatan dalam laboratorium.

Tetapi, dia mengatakan teknik tersebut tidak sama dengan tractor beam dalam Star Trek. Teknik para peneliti ANU tidak akan bekerja di luar angkasa dimana ada ruang hampa.

"Di bumi ada banyak kemungkinan penerapan, seperti untuk memindahkan zat dan kuman berbahaya."(kompas.com)

Ditemukan Saluran air kuno terpanjang di Dunia !!!

[Image: 01020146005400.jpg]

Ditemukan di negara Jordania dekat perbatasan Syria, Dibuat pada jaman Romawi kuno atau sebelum kelahiran Nabi Isa a.s . Sebanyak 600.000 meter Kibik batu digunakan untuk membangun saluran air dimulai dari Syria yang merentang sepanjang 64 Km dibawah tanah sebelum keluar permukaan dalam tiga tahap sepanjang 94 Km. Digunakan untuk mengairi perkebunan saat itu, dan Selesai pada tahun 129 SM.


Selasa, 07 September 2010

Binatang Raksasa Punah Bukan karena Komet

Bencana besar yang menyebabkan kematian spesies mamalia raksasa termasuk mammoth, harimau bergigi besar dan berang-berang raksasa ternyata bukanlah dampak komet.

Peneliti sebelumnya menyebutkan bahwa kepunahan masal terjadi di bumi akibat komet yang menabrak bumi. Tabrakan itu memicu penurunan suhu yang sangat drastis sekitar 13 ribu tahun lalu. Perubahan iklim mendadak yang dikenal dengan pembalikan suhu Younger-Dryas ini dianggap sebagai penyebab kepunahan sebagian besar mamalia, dan leluhur manusia.

Namun, ilmuwan di Washington University, Missouri, dan Royal Hollway, University of London, menemukan bahwa kristal karbon bukanlah keseluruhan gumpalan fakta dari unsur karbon yang dikenal dengan graphene di mana ini biasanya berbentuk sedimen.

Profesor Andrew Scott, salah satu penulis di departemen ilmu bumi Royal Holloway University mengatakan, “Hasil penelitian kami meragukan salah satu potongan terakhir yang dibahas secara luas menyangkut hipotesis dampak Younger-Dryas.”

Ilmuwan menyangkal teori kontroversial itu setelah menemukan sepotong bukti kunci yang digunakan untuk mendukung gagasan dampak komet mungkin tercipta oleh proses yang lebih biasa.

Teori ini berdasarkan air segar dari sebuah gletser di danau raksasa glasial Atlantik Utara di mana arus samudra telah membantu menjaga sebagian besar es planet. Hal itu menjadi penjelasan yang paling mungkin soal perubahan iklim yang memicu kepunahan.

Manusia juga menyebar ke Amerika Utara. Namun setelah perubahan iklim yang tiba-tiba memicu munculnya zaman es terakhir, banyak dari spesies ini telah punah dan jumlah manusia diperkirakan turun menjadi hanya beberapa ribu orang.

Tiga tahun lalu, ilmuwan di University of Oregon menemukan bukti dari materi eksotis, termasuk berlian nano di sedimen berusia 12.900 tahun yang dianggap sebagai dampak dari komet yang menabrak bumi.

Namun, profesor Scott dan Tyrone Daulton dari Washington University mengatakan bahwa berlian tersebut disalahartikan karena mereka tidak menemukan bukti soal tabrakan komet.

Dr Douglas Kennett yang memimpin tim dari University of Oregon mengatakan bahwa para ilmuwan dahulu telah mencari di tempat yang salah.

“Klaim sebelumnya yang berdasarkan berlian salah alamat, tidak benar dan salah arah,” ujar Kennett.(inilah.com)

5 Fakta Unik Sains yang jarang diketahui

1 Jaring laba – laba
semua-nyata.blogspot.com
Percaya atau tidak jaring laba – laba lebih kuat dari pada baja? Itulah yang terjadi malahan militer Amerika Serikat pernah berencana membuat jaket anti peluru yang di buat dari pintalan jaring laba – laba. Jadi Scene dalam film Spiderman 2 yang menghentikan laju kereta api menggunakan jaring laba – laba bukan merupakan sesuatu yang mustahil.

2 Massa Jenis Es.
semua-nyata.blogspot.com
Tahukah anda bahwa massa jenis es lebih ringan 89 % daripada massa jenis air?akibatnya 11 % bongkahan es berada di atas permukaan air. Kenyataan tersebut membuat gunung es yang mengapung di atas laut sangat membahayakan, khusunya untuk kapal – kapal yang sedang berlayar. Hal ini terbukti padakecelakaan bersejarah yang menimpa kapal Titanic pada tahun 1912. Kapal “yang tak bisa tenggelam” tersebut tenggelam setelah menabrak gunung es di laut Atlantk Utara.

3 . Kembang Api
semua-nyata.blogspot.com
Menurut sejarahnya kembang api bermula dari ditemukannya petasan pada abad ke 9 di Cina. Ceritanya pada waktu itu seorang juru masak tidak sengaja mencampurkan tiga bahan bubuk hitam ( black powder ) yaitu garam peter dan KNO3 ( kalium nitrat ) belerang ( sulfur ) dan arang kayu ( charcoal ). Ternyata ketiga bahan tersebut merupakan bubuk mesiu yang mudah terbakar. Jika ketiga bahan tersebut dimasukan kedalam sebatang bambu dan bambu yang ada sumbunya kemudian dibakar maka akan terjadi suara ledakan yang keras.

4 . Kapal Tangker
semua-nyata.blogspot.com
Tahukah anda bahwa kapal tangker terbesar di dunia adalah kapal tangker Jahre Viking dengan lebar 69 meter dan panjang 458 meter, 77 meter lebih panjang dari Empire Street Building New York. Mampu membawa minyak bumi sebanyak 14 juta barel yang bisa mampu menghidupi kendaraan mesin di muka bumi ini selama 2 MINGGU !!! WOW !!

5. Kaktus
semua-nyata.blogspot.com
Tahukah anda mengapa kaktus bisa hidup dengan kondisi lingkungan yang minim air? Kata kaktus berasal dari bahasa Yunani “KAKTOS” yang berarti tanaman berduri. Sebenarnya kaktus mempunyai daun. Namun daun tersebut berubah menjadi duri, untuk mengurangi penguapan air. Analoginya seperti ini kalo kita kepedesan kemudian kita mengambil air yang masih panas maka tuangkanlah air tersebut kedalam sebuah piring atau mangkuk, maka beberapa menit air itu pun aka menjadi lebih dingin dikarenakan area pendinginan lebih luas.

Sabtu, 04 September 2010

Murid SMP Temukan Goa Misterius di Mars

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/01/09/200834p.jpg
Sekelompok murid kelas VII—setara kelas I sekolah menengah pertama—menemukan goa misterius di Planet Mars. Saat itu, mereka tengah mengerjakan proyek riset guna mempelajari citra yang diambil pesawat ruang angkasa NASA yang mengorbit di planet merah itu. Temuan itu berupa penampakan yang diduga merupakan lubang pada atap goa.

Keenam belas anak tersebut merupakan murid kelas sains dari Dennis Mitchell, guru kelas VII di Evergreen Middle School di Cotton Wood, California. Para murid itu tengah berpartisipasi dalam kegiatan Mars Student Imaging Program di Mars Space Flight Facility di Arizona State University.

Murid-murid diminta membuat semacam proposal riset dan kemudian diperbolehkan menggunakan kamera yang tengah mengorbit di Mars untuk mengambil gambar guna menjawab pertanyaan riset mereka.

Lubang yang mirip dengan temuan baru itu pernah ditemukan sebelumnya di bagian lain Mars pada 2007 oleh Glen Cushing, seorang ahli geologi asal Amerika. Cushing berpandangan, citra yang ditangkap itu menyerupai "lubang atap", tempat sebagian dari atap goa atau lubang aliran lava runtuh.

Liang itu diduga diakibatkan oleh aktivitas vulkanik di planet merah. Pada suatu masa, aliran lava keluar dari permukaan batuan dan meninggalkan bekas berupa liang setelah erupsi usai.

Ujung lubang itu tertutup oleh material yang mendingin dan sebagian "pipa" bekas aliran lava itu bisa saja ada yang ambruk.

Sejauh ini, para ilmuwan belum dapat memastikan jenis material yang tersimpan di dalam goa itu. "Lubang ini baru bagi kami para ilmuwan," ujar Cushing kepada para murid. Dia memperkirakan ukuran lubang itu 190 meter x 160 meter dan kedalamannya 115 meter.

Memburu aliran lava

Riset para murid itu bertujuan memburu pipa lava yang merupakan fenomena vulkanik di Bumi dan Mars.

"Mereka mengembangkan sebuah proyek riset dengan fokus menemukan lokasi "pipa" lava yang paling lazim di Mars. Apakah fenomena itu paling sering terjadi di puncak, sisi, atau dataran sekitar gunung," ujar Mitchell, guru mereka.

Mereka lalu meneliti sebuah foto utama dan cadangan dari Pavonis Monsvolcano (gunung) di Mars. Gambar itu diambil oleh alat penangkap citra Thermal Emission Imaging System (THEMIS) dari Odyssey, milik NASA yang sedang mengorbit. Foto cadangan yang mereka teliti malah memberikan kejutan: sebuah citra bundar gelap. Citra itu merupakan lubang di Mars yang mengarah kepada adanya goa terkubur di planet itu.

Temuan itu akan diperjelas lagi menggunakan kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) pada Mars Reconnaissance Orbiter. Alat itu bisa menampilkan lebih banyak detail guna melihat ke dalam lubang itu.

Plastik Oxium Terurai dalam Dua Tahun

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/08/31/1948011620X310.jpg
Banyak orang beranggapan plastik adalah bahan non-organik yang berasal dari petroleum. Padahal, petroleum itu sendiri berasal dari plankton-plaknton yang kemudian menjadi minyak bumi dan akhirnya dijadikan bahan dasar plastik.

"Banyak orang menyalahkan plastik karena non-organik. Itu salah. Justru plastik itu organik. Hanya memang sulit terurai dia bisa diurai 500-1000 tahun lamanya. Ini yang jadi masalah kenapa plastik itu tidak ramah lingkungan bukan karena dia non organik," ujar Presiden Direktur PT Tirta Marta, Sugianto Tandio, Selasa (31/8/2010), saat jumpa pers di Grand Indonesia, Jakarta.

Lanjutnya, bahan plastik sering kali menjadi kambing hitam, karena dianggap merusak lingkungan. Akan tetapi, manusia sebenarnya tidak dapat memungkiri bahwa plastik masih menjadi bahan kemasan favorit. Hal ini karena plastik memiliki karakter berbiaya murah, berbobot ringan, praktis, dan tidak mudah pecah.

"Dengan demikian yang harus dilakukan saat ini adalah bukan memusuhi plastik, tapi mempercepat proses penguraian plastik, yang awalnya ribuan tahun jadi bisa lebih singkat," ujarnya kepada pers.

Oleh karena itu, melalui perusahannya, PT Mitra Tirta, Sugianto kemudian mengembangkan produk plastik yang ditambahkan Oxium. Oxium merupakan aditif yang dapat mempercepat terjadinya proses degradasi plastik dalam waktu 2 tahun melalui oksidasi, thermal, dan fotodegradasi.

"Dari mana Oxium ini terbentuk? Kalau itu saya tidak bisa beritahu yang jelas bahan baku Oxium ini berasal dari manusia, jadi bisa dipastikan aman," ungkap Sugianto.

Retailer di beberapa kota besar telah menggunakan Oxium sebagai shopping bag, seperti Carrefour, Indomaret, Alfamart, Superindo, Hero, Giant, Gramedia, Zara, Time Zone, Kemchicks, Guardian, dan Premium Factory Outlet.

"Ke depannya kita masih berusaha mendekati untuk penggunaan plastik produk kemasan," ujarnya.

Menurut Sugianto, upayanya ini memang merupakan langkah kecil dalam menyelamatkan lingkungan karena masih banyak penggunaan plastik lainnya yang masih belum dijangkau Oxium.

"Untuk sampah plastik retail modern mencapai 35.000 ton/hari. Coba bandingkan dengan total konsumsi plastik di Indonesia yang mencapai 3 juta ton/hari, jelas PR kita masih banyak," tandasnya.

Dengan inovasi yang dilakukan PT Tirta Marta ini, asosiasi pengelolaan sampah Indonesia atau InSWA pun memberikan sertifikasi Green Label pada produk plastik Oxium. "Dengan menggunakan plastik terurai, sampah plastik diharapkan tidak lagi menumpuk, menghambat saluran air, dan tanah dapat berfungsi kembali sebagai penyerap air hujan," Sugianto menjelaskan.(kompas.com)

Lautan Es Antartika Meluas Secara Misterius

Data satelit menunjukkan selama 30 tahun terakhir, es di laut Kutub Utara telah berkurang. Tapi lautan es di Antartika secara misterius terus meluas.

Peneliti Georgia Tech Atlanta, Jiping Liu mengatakan lebih banyak salju menutupi lapisan laut bagian atas yang saat ini kurang asin sehingga tidak terlalu padat. Lapisan ini menjadi lebih stabil sehingga mencegah suhu menghangat.

Akan tetapi, karena peningkatan jumlah gas rumah kaca yang menghangatkan lautan lepas pantai Antartika, maka dampak selanjutnya adalah tingginya curah hujan yang mencairkan salju dan es , ujar penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.

Semakin banyak es yang mencair maka semakin banyak pula sinar matahari yang diserap di dalam laut gelap yang memantulkan kembali ke atmosfir. Dampak lebih lanjut adalah pemanasan laut dan lebih banyak es di permukaan laut yang mencair.

Hilangnya es laut juga bisa berdampak pada pengurangan jumlah gletser saat kuantitas air terus bertambah, kata Liu.

Lautan Antartika termasuk wilayah bumi yang terdingin dengan tingkat kepadatan air yang cukup tinggi. Hal ini menyebabkan wilayah tersebut sebagai ‘kekuatan pendorong dominan’ pola sirkulasi tiga perempat kehidupan laut.

Hasil studi ini sejalan dengan prediksi sebelumnya bahwa berkurangnya lautan es Antartika dapat menimbulkan kerugian di sisi kehidupan lain, kata Walt Meier dari National Show and Ice Data Center (NSIDC) di Boulder, Colorado.

Kevin Trenberth, ilmuwan senior di National Center for Atmospheric Research Boulder Colorado mengatakan bahwa studi ini juga menunjukkan pengaruh lubang di lapisan ozon.

Awan musim panas yang sangat cerah didorong oleh keberadaan lubang atmosfir telah bertindak sebagai perisai dari pemanasan global, ujar para ilmuwan.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lubang tersebut mungkin saja menutup, mengikuti fase meluasnya unsur kimia yang disebut chlorofluorocarbons.

Saat awan yang memantulkan matahari ternyata menghilang, maka suhu di belahan bumi selatan dapat naik lebih cepat.

“Pemulihan lubang ozon di masa depan merupakan faktor utama dari perkembangan yang diharapkan,” kata Treth.

Penemuan Mega Bintang Tantang Teori Lubang Hitam


Sebuah bintang neutron dengan medan magnet sangat kuat menantang keberadaan teori evolusi bintang dan kelahiran lubang hitam.

Bintang magnetis ini berada di sebuah kluster yang dikenal sebagai Westerlund 1 di mana berlokasi 16 ribu tahun cahaya dari konstelasi Ara, seperti dikutip dari Yahoo.

Westerlund 1 ditemukan pada 1961 oleh seorang astronom Swedia. Situs ini merupakan obyek pengamatan yang disukai ahli fisika bintang.

Ini merupakan kluster bintang paling besar di galaksi Bima Sakti yang seringkali bersinar lebih terang dibandingkan jutaan matahari, serta memiliki diameter ribuan kali matahari.

Kluster ini juga sangat muda berdasarkan standarisasi alam semesta. Semua bintang lahir dari sebuah peristiwa yang sama dalam kurun waktu tiga hingga lima juta tahun yang lalu. Westerlund 1 merupakan salah satu dari sedikit bintang magnetis yang masih ada di galaksi. Beberapa bintang neutron terbentuk dari ledakan supernova di mana memiliki medan magnet jutaan hingga miliaran kali lebih kuat daripada medan magnet bumi.

Bintang Westerlund yang akhirnya menjadi magnetar memiliki bobot setidaknya 40 kali massa matahari menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal penelitian Astronomy and Astrophysics.

Asumsi utama bintang ini merupakan bentuk awal dari bintang neutron. Namun, beberapa bintang yang memiliki masa 25 kali matahari akan memproduksi ‘lubang hitam’.

Fenomena ini merupakan sebuah monster gravitasi yang terbentuk dari bintang raksasa yang sekarat dan runtuh di alam semesta.

Dalam kasus ini, seharusnya bintang ‘ibu medan magnet’ ini seharusnya menjadi lubang hitam karena memiliki bobot sangat besar. Sebagai bintang yang sedang berevolusi, bintang Westerlund 1 ini malah mulai berinteraksi, dan bintang lainnya yang memiliki beberapa kemiripan mulai mencuri massa dari bintang sebelumnya.

Saat kedua bintang ini meledak maka akan menghasilkan supernova. Koneksi biner yang terpisah dari ledakan kedua bintang tersebut akan keluar dari kluster dan meninggalkan sisa-sisa pijar magnetar, ujar teori baru itu.

“Jika kejadian ini benar-benar dapat dibuktikan maka sistem biner mungkin memainkan peran kunci dalam evolusi bintang,” kata Simon Clark yang memimpin tim. Clark menggunakan teleskop sangat besar dari European Southern Observatory di Paranal, Chile.

Muncul 4 Matahari, Gosip Kiamat Beredar di Internet

Kemunculan 4 matahari di China jadi pembicaraan luas di Twitter, Facebook dan BlackBerry Messenger dan menganggap itu sebagai tanda kiamat.

Berdasarkan pengamatan INILAH.COM, video munculnya 4 matahari itu hangat dibacarakan antarpengguna BlackBerry. Tidak hanya itu, pengguna Twitter dan Facebook jug aktif membahas fenomena ini.

“Matahari ada 4, hujan kodok, hujan darah, what next?” kata Ninot, pengguna Twitter.

Beberapa pengguna mempertanyakan apakah fenomena tersebut merupakan bagian dari kejadian alam atau sekadar ulah iseng seseorang yang mengedit gambar.

Video menampilkan semacam putaran garis yang masing-masing dilewati oleh 4 titik cahaya terang matahari.

Kepunahan Massal Terus Berlangsung Sangat Cepat

http://static.inilah.com/data/berita/foto/796471.jpg
Ilmuwan pernah menilai keanekaragaman hayati bisa membantu mempertahankan posisi fungsi hewan dan mencegah dari kepunahan.

Namun, keragaman spesies nyatanya tidak menjamin keberhasilan masa depan bagi sekelompok hewan.

Hal itu menyebabkan kepunahan massal terus berjalan sangat cepat, berdasarkan studi terbaru.

“Implikasi utama dari perubahan ini adalah kita benar-benar seperti berjudi,” kata John Alroy, ahli paleobiologi di Macquarie University di Sydney, Australia.

“Kita tidak tahu mana saja kelompok yang akan jadi korban, kelompok mana yang mengalami perubahan dengan cepat, atau mana saja yang berakhir dengan tingkat ekuilibrium jangka panjang.”

Di masa lalu, peneliti biasanya menghitung spesies berdasarkan rekaman fosil dengan mengambil secara acak sejumlah sampel hewan dalam periode tertentu.

“Di beberapa metode lama, ada sistem seperti pengambilan suara di Amerika di mana terkadang kemungkinan minoritas tidak tampak,” kata Charles Marshall, ahli paleontologi di University of California, Berkeley.

Laporan kepunahan di masa lalu menunjukkan kesulitan memprediksi kelompok hewan mana saja yang musnah dan seberapa cepat.

“Bertahan hidup dan perbaikan lingkungan merupakan dua isu yang berbeda,” kata Marshall lagi.

Satu hal yang pasti, perubahan keanekaragaman hayati dapat terjadi kapanpun, menurut studi Alroy. Dia menambahkan bahwa latar belakang kemusnahan spesies manusia juga bisa terjadi.

Pulau Es Baru Kajian Menarik

Bongkahan es yang terpisah dari gletser Greenland, dekat Kutub Utara, pada akhir pekan lalu merupakan yang terbesar dalam sejarah 50 tahun terakhir.

"Bongkahan es yang terlepas itu tidak mungkin menyatu kembali dengan gletser Greenland," kata ahli fisika lingkungan Hidayat Pawitan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Rabu (11/8/2010) di Bogor.

Menurut Hidayat, jika pecahnya bongkahan es tersebut dipengaruhi oleh sirkulasi laut global yang menghangat, semestinya sudah bisa diprediksikan hingga setahun atau lebih sebelumnya.

Jika bongkahan es itu akibat peningkatan suhu pada atmosfer, bisa berlangsung lebih cepat. "Kedua-duanya merupakan fenomena yang bisa berpengaruh," kata Hidayat.

Seperti diberitakan Reuters dan AFP, bongkahan es itu memiliki luas 260 kilometer persegi. Ketinggian yang tampak di atas permukaan diperkirakan setengah dari gedung Empire State di New York, Amerika Serikat, atau sekitar 150 meter.

Ahli ilmu dan teknologi kelautan dari Universitas Delaware, Amerika Serikat, Andreas Muenchow, mengungkapkan, bongkahan es itu terpisah dari gletser Petermann. Gletser ini merupakan satu dari dua yang terbesar yang berada di Greenland.

Muenchow memperkirakan, volume air tawar dalam bongkahan es tersebut adalah volume aliran Sungai Hudson di Delaware selama dua tahun. Volume itu juga disamakan dengan kebutuhan 120 hari publik AS akan air tawar dari keran.

Sebagai ilmuwan, Muenchow tidak bisa secara langsung memastikan penyebab bongkahan es itu akibat pemanasan global. Meskipun diketahui bahwa enam bulan pertama tahun 2010 ini merupakan masa yang terpanas.

"Aliran air laut di bawah gletser merupakan salah satu penyebab utama terjadinya bongkahan es," kata Muenchow.

Minus 80 derajat celsius

Hidayat Pawitan mengutarakan, bongkahan es yang muncul ke atas permukaan air laut hanyalah 10 persen. Selebihnya, 90 persen bongkahan es tersebut ada di bawah permukaan air laut sehingga bisa mencapai kedalaman sekitar satu kilometer.

"Pusat bongkahan es memiliki suhu yang berkisar sampai minus 80 derajat celsius. Pelelehannya masih akan memakan waktu tahunan lamanya," kata Hidayat.

Mengenai sirkulasi air laut yang berpengaruh saat ini, menurut Hidayat, masih berasal dari selatan ke utara. Ini mengakibatkan tidak akan terjadi pergeseran bongkahan es.

Selain memakan waktu lama, pergeseran bongkahan es sedalam tersebut bahkan bisa terhenti karena ada kemungkinan bagian bawahnya tersangkut di dasar laut.

"Pada Desember 2010 nanti pola sirkulasi laut akan berubah dari utara ke selatan," katanya. Dengan perubahan arah arus tersebut, bongkahan es akan bergerak ke selatan dengan kecepatan amat rendah.

Menurut dia, fenomena pelelehan es atau terpisahnya bongkahan es dari gletser utama selalu terjadi sepanjang sejarah.

Dicontohkan, negara Arab Saudi bahkan sampai memanen bongkahan es dari gletser di Kutub Selatan untuk diambil kandungan air tawarnya.

"Setahu saya, Arab Saudi sudah mengembangkan penarikan bongkahan es dari gletser Kutub Selatan sejak tahun 1980-an untuk diubah menjadi cadangan air tawarnya," kata Hidayat.

Hidayat mengatakan, bongkahan es tersebut berada di antara Greenland dan Kanada. Suhu air laut yang berada di sekitar bongkahan masih memungkinkan terjadinya pembekuan sehingga massa bongkahan es membesar.

Kerangka Manusia Purba Terpendam di Bali

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/08/29/0115096p.jpg

Tim peneliti Balai Arkeologi Denpasar menemukan kerangka manusia purba yang diperkirakan berumur 2500 tahun saat melakukan penggalian di Desa Keramas, Blahbatu, Minggu (29/08/2010). Kerangka yang masih utuh ini diperkirakan kerangka seorang abdi yang setia kepada tuannya pada zaman kerajaan silam.

“Dari hasil penelitian kami, diduga dia abdi tuannya yang setia dan dikubur di samping sarkofagus tuannya,” ujar Ayu Kusumawati, koordinator Balai Arkeologi, Denpasar. Penemuan kerangka ini menyusul temuan sarkofagus istimewa berkepala patung manusia yang digali pada 25 Agustus 2010 lalu.

Disamping kerangka peneliti juga menemukan batung beliung dan guci kuno. Sejak tahun 1978, sebanyak 37 sarkofagus ditemukan di Kabupaten Gianyar. Penemuan terakhir terdapat di kawasan galian bata merah, Desa Keramas, Blahbatu, Gianyar.

Tim peneliti menduga di lokasi penemuan ini, pada awal zaman peradaban Bali, merupakan pemukiman padat penduduk. Hal tersebut diperkuat dengan temuan periuk dan alat-alat persembahyangan.

Jangan Pertentangkan Sains dan Agama

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/09/03/2135355620X310.jpg

Pandangan ilmuwan terkemuka Stephen Hawking yang mengabaikan peran Tuhan dalam penciptaan alam semesta mulai dikomentari para pemuka agama di Inggris. Dalam buku terbarunya berjudul The Grand Design, Hawking menulis bahwa alam semesta tercipta dengan sendirinya karena adanya hukum gravitasi.

Pendapat tersebut langsung mendapat tanggapan dari Kepala Gereja Inggris, Uskup Agung Canterbury Dr Rowan Williams. Menurutnya, masalah penciptaan tidak bisa hanya dijelaskan dari ilmu fisika semata. Sains dan agama bukan sesuatu yang harus dipertentangkan.

"Kepercayaan kepada Tuhan bukan semata soal penjelasan bagaimana hubungan satu sama lain di alam semesta. Ini adalah soal keyakinan bahwa ada kekuatan hebat sehingga segala sesuatu tergantung keberadaannya," ujar Rowan Williams seperti dilansir CNN, Jumat (3/9/2010).

Komentar Williams didukung sejumlah pemuka agama di Inggris lainnya, antara lain dari Kepala Pendeta Jonathan Sacks. Dikatakannya, "Sains adalah penjelasan. Agama adalah interpretasi. Injil tentu tidak tertarik menjelaskan bagaimana alam semesta bisa tercipta."

Ibrahim Mogra, imam dan kepala komite di Dewan Muslim Inggris, mengatakan, "Saat kita melihat alam semesta dan semua yang diciptakan di dalamnya, pasti ada pikiran ada yang menciptakannya. Itulah Yang Maha Kuasa."

Dalam buku yang akan segera terbit pada 9 September mendatang di Inggris itu, Hawking meyakinkan bahwa "M-Theory", sebuah bentuk dari string theory, bisa menjelaskan penciptaan alam semesta. "Tidak perlu membawa-bawa Tuhan seolah-olah Ia yang memicu terciptanya alam semesta," tulis Hawking.

Senin, 28 Desember 2009

Ilmuwan Pecahkan Misteri Gempa Aceh

http://www.inilah.com/data/berita/foto/245582.jpg

Jakarta - Lima tahun setelah tsunami Aceh yang merupakan salah satu bencana paling dahsyat dalam sejarah, para ilmuwan dunia mulai memahami apa yang menyebabkan bencana itu.

Lima tahun yang lalu bumi bergetar dan hampir seperempat juta orang kehilangan kehidupannya, karena tsunami yang bergolak di Samudera Hindia.

Ilmuwan menilai sumber gelombang mematikan itu jelas adalah gempa bumi Sumatera-Andaman 9,2, yang merupakan salah satu yang paling kuat dari yang pernah ada.

Menurut beberapa studi terbaru, justru patahan jauh lebih kecil yang mengirim tembok air setinggi 100 kaki meluncur ke provinsi Aceh.

Jika benar, penemuan itu akan menjelaskan apa yang benar-benar melahirkan bencana tahun 2004.

Gempa terjadi akibat dari patahnya rekahan sepanjang 1.600 kilometer di mana lempeng tektonik India bertabrakan di bawah lempeng Sunda. Rekahan diperkirakan telah tergelincir 20-25 meter dalam waktu hampir seketika.

Banda Aceh terletak dekat bagian dari rekahan yang tidak bergerak sama sekali, namun daerah itu yang paling parah.

Bagaimana mungkin Aceh mengalami kerusakan yang sangat besar seperti itu? Para ilmuwan berpikir sekarang mereka tahu mengapa. Patahan yang lebih dekat ke pantai Sumatra yang diabaikan sebelumnya, pecah hampir pada waktu yang sama dibandingkan sepupunya yang jauh lebih besar.

Felix Waldhauser dari Columbia University dan tim peneliti menganalisis ribuan gempa susulan di wilayah tersebut sejak 2004. Epicenters dari gempa kecil berbaris dengan patahan yang tidak biasa menunjukkan hal itu dan bukan patahan utama yang telah aktif di daerah itu.

Patahan penting yang oleh tim disebut patahan splay (miring ) itu, mengiris plat Sunda jauh lebih dekat ke pantai barat Sumatra, dan dengan sudut yang lebih curam ke dasar laut daripada patahan utama.

Ini berarti bahwa setiap kali patahan melebarkan, hal itu mendorong dasar laut ke atas lebih keras, menyebabkan tsunami yang lebih besar.

"Pengamatan gempa bumi di sepanjang (patahan utama) tidak cukup untuk menghasilkan tsunami yang besar," kata Waldhauser. Ia menyajikan temuan tim pada pertemuan tahunan American Geophysical Union awal bulan ini.

Tim peneliti lain yang dipimpin oleh Satish Singh dari Institut de Physique du Globe de Paris di Prancis menunjukkan dalam model komputer, bahwa patahan miring hanya perlu bergeser 5 meter untuk menghasilkan tsunami besar-besaran yang menelan Banda Aceh, setara dengan gempa 7,8 atau 7,9 Magnitudo.

"Kekhawatiran kami adalah bahwa peristiwa kecil dapat menghasilkan efek yang merusak seperti itu, dan itu tidak akan mendapat perhatian," kata Singh.

Gempa yang lebih kecil itu kemungkinannya akan berulang lebih sering daripada gempa bumi besar, setiap 100-200 tahun sekali.

Singh mengingatakan patahan miring serupa di lepas pantai Padang yang berpenduduk 750 ribu jiwa. Dia mengatakan patahan bisa terjadi dalam dekade berikutnya.(inilah.com)