Get paid To Promote at any Location
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 September 2010

Setelah Bunuh Istri, Langsung Setubuhi Jenazahnya

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/09/23/0648461620X310.jpg
Eko Santoso (27), warga Dusun Ketangi, Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tega mencekik istrinya sampai tewas, Rabu (22/9/2010) dini hari. Dia kemudian menggantung jenazah sang istri, Rahayu Tri Wahyuni (19), di dalam rumah.

Sebelum menggantung jenazah Rahayu setinggi sekitar tiga meter di ruang tengah rumahnya, Eko diduga sempat menyetubuhi jenazah tersebut.

Petugas Polres Kediri, yang menangani kasus ini, menduga bapak satu anak perempuan berusia dua tahun tersebut mengalami gangguan jiwa sehingga tega meniduri jenazah.

Kepala Subbagian Humas Polres Kediri Iptu Mansur kepada wartawan mengaku masih mengusut kasus Eko. Dugaan sementara, sesuai pengakuan tersangka, dia membunuh Rahayu setelah terjadi pertengkaran lantaran Rahayu cemburu kepada Eko.

Sumber Harian Surya di Polres Kediri mengungkapkan, pertengkaran itu dipicu tuduhan Rahayu bahwa suaminya sering pergi ke lokalisasi untuk berkencan dengan pelacur alias pekerja seks komersial (PSK).

Merasa tidak terima dengan tuduhan sang istri, setelah adu mulut sejak Selasa malam sampai Rabu dini hari, Eko memperdaya istrinya dari arah belakang, mengikat leher Rahayu dengan selendang sehingga lemas dan akhirnya tewas.

Setelah itu, pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan material ini meniduri jenazah Rahayu. Seusai melampiaskan hajat, Eko menaikkan tubuh istrinya di ketinggian sekitar tiga meter dengan tangga, kemudian mengikat lehernya dengan tali gendong yang disambung dengan selendang, Rabu sekitar pukul 01.00 WIB.

Sekitar empat jam kemudian, Eko mendatangi rumah orangtuanya, Sumaji dan Mujiati, yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Dia berpura-pura memberi tahu mereka bahwa Rahayu gantung diri. Belakangan, setelah kejadian ini dilaporkan ke polisi, terungkap bahwa Rahayu ternyata dibunuh Eko.(kompas.com)

Rabu, 22 September 2010

Inilah Kronologi Penyerangan Mapolsek

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/09/22/0853062620X310.jpg
Penyerangan bersenjata atas Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang, yang menewaskan tiga anggota kepolisian diperkirakan dilakukan setidaknya oleh sepuluh orang.
Pelakunya kecil-kecil. Helmnya saja lebih besar daripada kepalanya.

Seperti dituturkan sejumlah saksi mata, Rabu (22/9/2010) sekitar pukul 00.30 WIB, delapan pengendara sepeda motor masuk dan menembaki Polsek Hamparan Perak. Mereka datang dari Jalan Hamparan Perak Raya.

"Ada 8 kereta (motor) yang datang menembaki polsek. Empat orang masuk ke dalam dan empat orang lagi menunggu di luar. Dua orang masuk ke dalam polsek dan langsung menembaki polisi yang piket malam itu," ujar seorang warga Hamparan Perak.

Lebih dari 17 tembakan dihujankan ke Polsek Hamparan Perak pada pagi dini hari itu. Dua mobil dan kantor polsek juga dibakar para pelaku, antara lain, mobil patroli jenis Carry. Menurut warga setempat, pelaku mengunakan bom molotov untuk membakar bangunan polsek dan mobil.

Selang beberapa jam setelah kejadian, rombongan Densus dan Kapolda Sumut datang. Ada sekitar 3 mobil patroli dari Polda Sumut dan empat dari Polres KP3 Belawan. Berdasarkan keterangan warga Hamparan Perak yang ikut menolong seorang polisi yang terluka tembak di bagian kepalanya, pelaku mengunakan senjata laras panjang yang diduga jenis AK-47. Hingga saat ini, Polsek Hamparan Perak dijaga ketat puluhan personel kepolisian dari Polda Sumut dan Polres KP3 Belawan.

Pelaku berpakaian rapi, memakai kemeja. Postur tubuh pelaku, kata masyarakat, kecil. "Pelakunya kecil-kecil. Helmnya saja lebih besar daripada kepalanya," ujar warga.

Pelaku menggunakan sepeda motor, antara lain, Suzuki Spin, Yamaha RX King, Vixion, dan Vario. Seusai melakukan penembakan, para pelaku lari menuju ke arah Medan Marelan.

Adapun pernyataan resmi yang dikeluarkan Polda Sumut melalui Kapolda Sumut Irjen Oegroseno, pelaku penyerangan bersenjata berjumlah 10 orang dengan mengendarai enam sepeda motor.

Saat ini Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Sumut tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku.(kompas.com)

Jumat, 17 September 2010

INILAH Trik para pengemis bikin luka palsu !!!

well, untuk urusan boong or bener, itu urusan mereka. ada beberapa pengemis yang dengan sengaja bikin luka-lukaan (luka palsu), n caranya gampang banget...
mau tau??? ini caranya gan:

1. Siapkan alat-alat dan material yang diperlukan : tinta merah, tusuk gigi, cotton buds, brush cuci piring, lem
2. Buat "area luka" pake lem
3. Tunggu sampe lemnya kering
4. Rapikan lem dengan tusuk gigi untuk mempertegas area luka




5. Ratakan lem2 yang masih menggumpal dengan brush

6. Samarkan area luka bagian luar dengan sedikit tinta merah



7. Oleskan tinta merah (pake cotton buds) untuk mempertegas daerah luka (biar keliatan lebih nyata)

8. Ratakan lem pake tusuk gigi untuk membentuk "broken skin"
9. Oleskan tinta merah di bagian dalam area luka
10. Tunggu sampai kering


11. Selesai. luka palsu udah jadi deh...siap beraksi

Rabu, 15 September 2010

FOTO EKSKLUSIF: Bocah Disandera Penjahat

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/09/16/0813407p.jpg
Beginilah aksi penyanderaan yang dilakukan seorang pria bernama Joko terhadap Aldi (5), anak ketiga mantan majikannya, di Mayang Mangurai RW 09, Jambi. Peristiwa menegangkan ini terjadi pada Rabu, 15 September 2010.
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/09/16/0814225p.jpg
Korban merupakan anak pasangan Gunawan dan Siti. Beruntung, Aldi dapat diselamatkan setelah Kapoltabes Jambi Komisaris Besar Bobby Adoe bernegosiasi dengan pelaku, yaitu memenuhi tuntutan uang senilai Rp 20 juta dan sebuah kendaraan untuk pelaku. (*)(kompas.com)

Senin, 30 November 2009

[Foto] Polisi Bule Juga Nerima Sogokan Gan!

He…he…ternyata polisi bule’ juga nerima sogokan alias uang damai dijalan raya ya ? selama aku kirain mereka itu bersih-bersih dan tidak seperti polisi-polisi di… (malu mau nyebutnya ?) ;)(yepiye.wordpress.com)

Weleh…Weleh…Polisi Mana Ya ?

Yang Pasti Pemberi Dan Penerima Bule’ Nih

:lol:

Ada Ada Saja

Senin, 23 November 2009

Hakim Menangis Saat Jatuhkan Vonis Nenek Yang Ambil 3 Biji Kakao


Minah (55), tengah menyimak putusan hakim yang menjatuhinya hukuman 3 bulan percobaan.

Purwokerto – Hakim yang satu ini rupanya tak tega ketika harus membacakan vonis terhadap seorang nenek yang didakwa mencuri. Bambang Lukmanto, SH, hakim pada Pengadilan Negeri Purwokerto (Jateng) tiba-tiba meneteskan air mata, saat membacakan vonis hukuman tiga bulan percobaan terhadap Minah (55), seorang nenek warga Dusun Sidoharjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Kamis (19/11).

Minah didakwa mencuri tiga biji kakao di sebuah perkebunan PT Rumpun Sari Antan (RSA), yang berada tidak jauh dari rumahnya. Suasana haru-pun mewarnai sidang vonis itu

Majelis hakim yang diketuai Bambang dan beranggotakan Dedy Hermawan, SH, serta Sohe, SH, mengaku nuraninya tersentuh dan melukai rasa keadilan yang menimpa seorang rakyat jelata.

"Kami menyadari sepenuhnya, kasus ini muncul akibat gejala kurang diberdayakannya masyarakat oleh pihak pengelola perkebunan, sehingga menimbulkan kecemburuan. Hal-hal yang meringankan lainnya, yaitu Bu Minah sudah tua dan ia hanyalah seorang petani yang tidak punya apa-apa, tiga buah kakao sangat berarti bagi Minah dan sebaliknya tiga buah kakao tidak menimbulkan kerugian yang signifikan bagi perusahaan pengelola perkebunan PT Rumpun Sari Antan (RSA)," kata hakim Bambang membacakan putusannya.

Atas pertimbangan tersebut, hakim menjatuhkan hukuman 1 bulan 15 hari kurungan, tetapi hukuman tersebut tidak perlu dijalani terdakwa. Selanjutnya terdakwa Minah dijatuhi hukuman tiga bulan percobaan, jika dalam waktu tiga bulan tersebut, terdakwa melakukan pencurian lagi, maka vonis 1 bulan 15 hari akan langsung diberlakukan tanpa persidangan kembali.

Saat hakim menanyakan apakan Minah menerima putusan tersebut, Minah hanya tersenyum, dan tidak tahu soal bahasa hukum. Kemudian hakim menjelaskan, bahwa dengan putusan ini Minah diperbolehkan pulang dan perkaranya selesai. Minahpun langsung menyatakan menerima putusan tersebut. "Alhamdulillah, matur nuwun pak hakim," katanya sambil tersenyum.

Usai sidang para pengunjung yang memadati ruang sidang baik dari aktivis, LSM hingga para seniman di Banyumas langsung memberikan ucapan kepada Minah. Sebenarnya ada ketidakpuasan dari para pengunjung sidang, salah seorang aktivis, Bangkit menyatakan, ia menginginkan vonis bebas untuk Minah. Tetapi karena ketidakpahaman Minah, maka terdakwa menerima begitu saja keputusan hakim.

Rabu, 18 November 2009

Mencuri Motor Hanya Semenit


http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/11/18/80127_pelaku_curanmor_300_225.jpg

Setelah melalui perkembangan dan perburuan cukup lama, unit reskrim Polsek Kenjeran berhasil mengamankan tiga pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor. Tak tanggung-tanggung, lebih dari belasan lokasi yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP)-nya.

Antara lain di Jl. Kenjeran, Jl. Kapasan, Jl. Kalijudan, Jl. Tuwowo, Jl. Kedung doro, Jl. Gebang serta beberapa lokasi lainnya. Mereka yang diamankan yakni Nas (30), Ful (39) dan Ziz (27). Ketiganya warga Tambak Wedi Baru dan tinggal di kompleks kos-kosan yang sama.

Bahkan nama terakhir sempat dilubangi betis sebelah kanannya setelah berusaha kabur saat dikeler mencari barang bukti.

Ditemui di Mapolsek, Jl. Nambangan, tersangka Ziz mengaku tidak butuh waktu lama saat mencuri. "Kira-kira semenit-lah. Caranya pakai kunci T. Tapi kita harus pastikan suasana benar-benar sepi dan nggak boleh grogi," tuturnya, Rabu (18/11).

Setiap beraksi, mereka bergantian komplotan. Kadang Ziz duet dengan Ful, kadang dengan Nas, kadang duet dengan pelaku lain yang hingga kini belum tertangkap. Beberapa nama yang belum disergap diantaranya Deng, Mas, Met, Bai dan Man. Tiga nama terakhir berperan sebagai penadah motor hasil curian.

Saat beraksi, komplotan ini juga tak sembarangan saat mencuri. Motor yang diambil harus masih gress agar nilai jual juga agak tinggi.

Semisal, motor Jupiter dijualnya seharga Rp 2 juta dan Mega Pro dijual Rp 2,8 juta. "Harganya bervariasi sesuai tahun pembuatan dan merk-nya," ujar bapak satu anak yang sehari-hari bekerja sebagai makelar penumpang di Bungurasih itu.

Kapolsek Kenjeran AKP Sayen Victor Tarigan mengungkapkan, pihaknya melakukan penangkapan setelah mengintai pelaku beberapa saat. Awalnya, yang diamankan adalah Ful. Kemudian mengembang ke tersangka lain.

"Pelaku lain kami amankan di rumah masing-masing. Tersangka Ziz terpaksa kami tembak karena berusaha kabur saat dikeler," tegasnya.

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa motor Yamaha Vega R warna merah nopol L 4844 GB yang digunakan sebagai sarana, satu unit dispenser serta beberapa stel pakaian yang dibelinya dari hasil penjualan motor curian.

sumber:
http://media.vivanews.com/

Minggu, 15 November 2009

Artis Korban Perkosaan Bukan Yuniza Umirtuningsih!!!


http://kangboed.files.wordpress.com/2009/11/yu.jpg?w=110&h=110

Artis Korban Perkosaan Bukan Yuniza Umirtuningsih!!!.. yayaya.. Berita perkosaan yang menimpa figuran sinetron bernisial YU terus bergulir.Artis Yuniza Umirtuningsih yang disebut-sebut sebagai korban membantah bahwa dirinya adalah korban perkosaan yang dimaksud seperti dalam pemberitaan yang belakangan berkembang. “Pemberitaan tersebut tidak benar. Itu bukan aku,” kata Yuniza ketika dihubungi Sumatera Ekspres, kemarin (7/11)

Yuniza mengatakan banyak perbedaan antara dirinya dengan YU yang disebut-sebut sebagai korban perkosaan tersebut. “Umurku baru 16 tahun, sedangkan korban (YU) berumur 25 tahun. Korban juga tinggal di Bogor sedangkan aku di Bandung,” ungkap pelajar Kelas II SMA Burangrang ini.

Selain itu YU hanyalah seorang figuran di Rumah Produksi Sinemart, sedangkan Yuniza adalah artis sinetron yang kerap menjadi bintang utama di sinetron-sinetron produksi Multivision, sepertis Roman Picisan dan Cantik Cantik Bawa Monyet.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Senin ( 2/11) lalu, seorang figuran berinisial YU melaporkan tindak pemerkosaan yang dilakukan oleh dua orang kru sinteron di Puncak, Bogor kepada Kepolisian Sektor Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selang sehari kemudian, berita ini menjadi topik hangat, tak hanya di sejumlah media cetak dan elektronik, namun juga di milis-milis internet.

Banyak anggota milis yang mengungkapkan keprihatinan terhadap kasus tersebut. Di milis juga berkembang kabar bahwa YU adalah artis Yuniza Umirtuningsih lengkap dengan profil dan foto Yuniza. Dari sinilah kabar ini berkembang bahwa YU adalah Yuniza Umirtuningsih.

Meski tidak tahu menahu kenapa namanya terseret dalam kasus tersebut, Yuniza menyikapi persoalan ini dengan arif. “Mungkin saja karena inisialnya YU jadi kemudian berkembang kalau itu adalah Yuniza Umirtuningsih. Lagian dari berita-berita, YU itu katanya artis sinetron, bukan figuran. Jadi mereka berpikir itu adalah aku,” katanya.

Ia berharap, dengan klarifikasi ini simpang siur pemberitaan soal perkosaan yang menyeret namanya berakhir. “Banyak teman dan saudara yang telepon menanyakan berita tersebut. Apalagi aku pernah 2 tahun tinggal di Palembang.

YU itu bukan Yuniza Umirtuningsih. Aku nggak tahu siapa YU. Yang pasti bukan Yuniza Umirtuningsih. Semua kabar yang beredar di milis internet atau media yang menyebut YU adalah Yuniza Umirtuningsih adalah tidak benar,” tandasnya (mg40)

sumber:
http://kangboed.wordpress.com/

Sabtu, 14 November 2009

Pria Inggris Selundupkan 1.000 Laba-laba


http://www.inilah.com/data/berita/foto/180677.jpg

Rio de Janeiro – Seorang pria asal Inggris mengejutkan otoritas bandara Brasil, karena membawa seribu laba-laba hidup di tas kopornya. Hii!

“Ia terhenti di detektor sinar-x ketika berusaha menyelundupkan hewan itu dalam dua tas kopor,” demikian diberitakan suratkabar Agencia Brasil, Sabtu (14/11).

Pria yang tak disebutkan namanya itu langsung ditangkap. Tindakan nekat itu melanggar undang-undang pelarangan ekspor hewan dari Brasil ke luar negeri, tanpa adanya surat resmi dari otoritas terkait.

Si pria pun menghadapi tuntutan setahun penjara dan denda US$2,3 juta jika pengadilan memutuskan dirinya bersalah. Kini ia masih dibebaskan bersyarat, sambil menantikan masa sidang digeler. Kasus ini juga mendapat perhatian dari sejumlah organisasi lingkungan hidup di Brasil.

sumber:

http://www.inilah.com/

Jumat, 30 Oktober 2009

(Photo) Momen Yang Mengerikan Tewasnya Bos Mafia Napoli


Inilah momen mengerikan ketika seorang bos mafia ditembak mati seorang pembunuh bayaran di luar sebuah bar di Napoli, Italia.

Mario Bacio Terracino, seorang bos mafia Napoli, pertama tersungkur karena tertembak di lengannya. Penyerangnya kemudian berdiri persis di belakangnya lalu menghabisinya dengan sebuah tembakan tepat pada bagian belakang kepalanya.

Polisi Napoli, di mana mafia lokal lebih dikenal dengan sebutan Camorra, menyebarkan rekaman gambar CCTV dalam upaya menangkap si pembunuh. Polisi yakin, pembunuhan Terracino (53 tahun) merupakan bagian dari permusuhan antar geng narkoba dalam memperebutkan jaringan perdagangan obat bius.


Terracino di kalangan polisi juga dikenal sebagai perampok bank dan pernah dituduh atas perampokan senilai Rp 27 miliar tahun 1991 tetapi tidak pernah terbukti. Ia dikatakan punya keahlian memasuki gedung-gedung dari bawah melalui jaringan saluran pembuangan.

Dailymail, Jumat, melaporkan, beberapa saat sebelum terjadinya pembunuhan, Tarracino terlihat sedang mengisap rokok di luar bar di lingkungan Sanita. Si pembunuh memasuki bar, sedikitnya ada enam orang di dalam bar, dia mendekat dan menembak Terracino. Ketika Terracino jatuh tersungkur, pembunuh itu menghabisinya dengan sebuah peluru tepat di kepalanya.


Tak satu pun dari orang-orang yang menyaksikan peristiwa itu tergerak untuk menolong. Sulit untuk mengatakan mereka murni tidak peduli atau takut akan pembalasan. Seorang perempuan terlihat menggosok-gosok kartu loterenya ketika Terracino dibunuh beberapa meter dari tempatnya. Seorang pedagang rokok memindahkan warung rokoknya beberapa meter dari lokasi itu, sementara seorang pria yang sedang memegang anak kecil melihat korban dan berjalan menjauh. Seorang perempuan yang sedang menghitung uang kembalian di dompetnya berloncat kaget ketika mendengar suara tembakan. Ia lalu melihat si pembunuh berjalan dan pergi dengan tenang dari tempat itu. Pembunuh itu bahkan dilaporkan tersenyum.


Polisi Napoli mengatakan, “Kami sedang melakukan langkah yang tidak biasa dengan menyebarkan gambar CCTV ini dalam upaya menangkap si pembunuh. Wajahnya meski tersembunyi masih bisa terlihat dan seseorang di luar sana harusnya mengenali dia dan kami akan mendatangi mereka.”

Sepanjang tahun ini, sudah lebih dari 30 orang anggota Camorra terbunuh di Napoli. Banyak dari kasus pembunuhan itu belum terungkap dan umumnya berkaitan dengan pemusuhan antar geng.

Dalam upaya mengontrol perluasan ruang gerak organisasi kejahatan di kota itu, tentara Italia kini membanjiri kawasan itu tetapi hasilnya belum efektif. Salah satu pembunuhan paling berdarah terjadi September lalu, ketika enam orang Afrika yang mencoba masuk ke jaringan perdagangan obat bius itu ditembak mati di sebuah toko.

Camorra lebih kejam dibanding mafia Sisilia dan punya sejumlah cabang di Inggris. Tahun 2006, gengster Napoli, Raffaele Caldarelli, ditangkap di Hackney, London timur.

sumber:

http://kabariberita.wordpress.com/

Selasa, 01 September 2009

Google Earth Muluskan Aksi Maling Atap




Tom Berge (Kent News & Pictures Limited)



London - Kehadiran Google Earth difungsikan berbeda bagi tiap orang dan kalangan, tak terkecuali bagi yang punya niat jahat. Di Inggris, layanan dari Google itu dimanfaatkan pencuri bernama Tom Berge (27) untuk menandai bangunan-bangunan yang jadi sasaran empuknya.


Bagaimana Google Earth ini 'membantu' Berge? Ternyata ia memanfaatkan foto-foto satelit yang terdapat di peta layanan populer ini untuk menandai beberapa bangunan yang akan ia curi atapnya.


Atap? ya benar, ia menggondol lembaran-lembaran timah dari atap-atap bangunan-bangunan seperti museum, gereja, hingga sekolah-sekolah. Tentu saja kerugian yang diderita cukup lumayan. Sebuah museum yang menjadi salah satu korbannya misalnya, telah kehilangan lembaran senilai 10.000 Euro dari atap masing-masing bangunannya.


Dikutip detikINET dari Telegraph, Selasa (17/3/2009), Berge menandai target-target tersebut cukup dengan duduk di rumah, membuka Google Earth dan melakukan beberapa 'click' saja. Ia bisa melihat mana yang bisa menjadi target melalui warna yang terlihat di peta, yaitu warnanya lebih gelap dari ukuran normal.


Setelah aksi pencurian dilakukan, ia lantas menjual lembaran tersebut pada penadah. Uang senilai 100.000 Euro pun berhasil ia kantongi, sebelum akhirnya ia tertangkap polisi dan harus mencium bau besi penjara yang ia diami sekarang.


sumber :
http://sudarjanto.multiply.com/


Sabtu, 29 Agustus 2009

Plesetan Lagu Indonesia Raya


Pelaku

Indonesia benar-benar sedang diuji kesabarannya dalam beberapa kasus dengan Malaysia, kini sedang muncul lagi kasus baru, seseorang bloger Malaysia mengedit isi dari lagu Indonesia Raya.

Padahal lagu Indonesia Raya merupakan falsafah negara NKRI dalam membangun dan meneruskan perjuangan para pahlawan terdahulu. Dalam editan tersebut yang kini beredar dalam situs topix/forum/Malaysia menjadi bahan bual-bualan para forumer, bahkan forumer Indonesia "menjajah" situs tersebut.

Samuel Aji salah satu pemuda yang sekarang akan membuat forum online balasan mengatakan bahwa dirinya sudah tidak sudi lagi dibilang serumpun dengan negara Malaysia, karena menurutnya sudah tidak layak lagi.

" Saya dan mungkin orang Indonesia yang lain mungkin sudah tidak sudi lagi dibilang serumpun dengan Malaysia, sudah banyak kesalahan mereka," katanya di Jakarta, Rabu (26/8).

Sebelumnya, Ketua DPD KNPI DKI Jakarta Arif Rahman Selasa (18/8) mengatakan, pemerintah RI harus mengajukan nota protes terhadap pemerintah Malaysia bahwa aksi bloger tersebut jelas-jelas menghina bangsa dan negara Indonesia melalui plintiran lagu kebangsaan Indonesia Raya.

" Kami nanti meminta pemerintah RI mengajukan nota protes terhadap pemerintah Malaysia agar segera menangkap para bloger Malaysia yang jelas-jelas menghina Indonesia, " katanya kepada Berita8.com di Jakarta.

Jika para pelaku tersebut tidak ditangkap dan ditindak dengan tegas maka akan meresahkan rakyat Indonesia, bahkan bisa berkecamuk perang secara radikal.

" Kami harap pemerintah Malaysia segera menangkap pelaku pembuat plintiran lagu Indonesia Raya tersebut," ungkapnya.

Berikut syair Indonesia yang diganti dengan kata-kata kotor melalui sebuah blogspot IhateIndon yang kini dialihkan ke forum topix tersebut.

Indonesial National Anthem

Indonesial tanah Cairku
Tanah tumpah muntahku
Disanalah aku merangkak hina
Jadi kubur

Indonesial negara miskin ku
Bangsa Busuk dan Tanah Miskinku
Marilah kita semua tidur
Indonesial negara miskinku

Mati lah tanahku
Modar lah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Miskin lah jiwanya
Tidurlah badannya
Untuk Indonesial Miskin

Indonesial Miskin
Mampous Modar
Datang kerja Malaysia
Tapi TKI Jadi perampok
Rompak Malaysia bawa wang ke Indon

Indonesial Pendatang Haram
Miskin lah Miskin lah
Datang Haram ke Malaysia
Tiada paspor
Bila kena tangkap dan hantar balik
Kata nya malaysia jahat

Indonesial Negara Perampok
Indonesial Menghantar perampok maling
pekerja TKI Indonesial
hantaq pi Malaysia

Indonesial Maling
Merampok lagu Malaysia
Mengatakan itu lagu mereka

Indonesial Tanah yang hina
Tanah gersang yang miskin
Di sanalah aku miskin Untuk slama-lamanya
Indonesial Tanah puaka
Puaka Hantu Kita semuanya
Negara luas hasil bumi banyak tapi miskin
Datang minta sedekah di Malaysia
Marilah kita mendoa Indonesial brengset

Gersang lah Tanahnya mundurlah jiwanya
Bangsanya Rakyatnya semuanya
Tidurlah hatinya Mimpilah budinya
Untuk Indonesial Miskin

Indonesial Tanah yang kotor Tanah kita yang Malang
Disanalah aku tidur selamanya bermimpi sampai mati
Indonesial! Tanah Malang Tanah yang aku sendiri benci
Marilah kita berjanji Indonesial miskin

Mati lah Rakyatnya Modar lah putranya
Negara Miskin Tentera Coma pakai Basikal
Miskinlah Negrinya Mundur lah Negara nya
Untuk Indonesial kurap

sumber:
http://www.berita8.com/

Selasa, 25 Agustus 2009

SETUBUHI MAYAT

u172


AKSI keji Hendi Lesmana terhadap Hanny Wahab tidak hanya sekadar menghilangkan nyawa artis cantik paruh baya itu. Saat Hanny sudah tak bernyawa, Hendi tega menyetubuhinya.


“Tersangka menyetubuhi korban satu kali,” kata Wakapolres AKBP Yazid Fanani di Mapolres Jakarta Barat, Selasa (17/3).


Hanny dibekap hingga tewas oleh Hendi setelah memukulinya terlebih dulu dengan alu. Sebelum menyetubuhinya, Hendi terlebih dulu mengabadikan tubuh Hanny yang sudah tewas dengan kamera ponsel korban.


“Setelah dipastikan korbannya meninggal. Tersangka mengambil handphone korban lalu memotret korban di bagian alat kelaminnya sampai 3 kali,” ujar Yazid.TRIBUNBATAM

sumber :
http://tidakmenarik.wordpress.com/

Kamis, 20 Agustus 2009

Bocah 11 Tahun Hadapi Hukuman Seumur Hidup !

http://2.bp.blogspot.com/_iN6_nIJQcbM/SaFp6WwZ7iI/AAAAAAAACwU/eNmSAlKIDT4/s400/jordan+brown.jpg

PENNSYLVANIA (SI) – Jordan Brown, 11,tersangka kasus dugaan pembunuhan Kenzie Houk, terancam menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi bila terbukti bersalah di pengadilan dewasa.

Menghabiskan sisa hidup di dalam bui jelas tidak ada dalam rencana hidup Brown. Namun, peristiwa mengerikan pada 20 Februari lalu bisa membawa dirinya ke jeruji besi sepanjang hidup.Pada hari nahas itu, Brown diduga membunuh Houk,tunangan ayahnya.Wanita berusia 26 tahun itu ditemukan tewas di kamar tidurnya dengan luka tembakan di kepala.

Selain Houk, bayi dalam kandungan wanita itu juga tewas karena kekurangan oksigen. Setelah membunuh tunangan ayahnya, Brown diperkirakan langsung meninggalkan rumah dan pergi dengan bus sekolah. Saat tewas, Houk yang dipanggil Brown dengan sebutan ”Mom” sedang hamil sembilan bulan.

Dia juga memiliki dua putri berusia tujuh dan empat tahun yang tinggal serumah dengan Brown dan ayahnya, Chris. Belum diketahui pasti apa motif di balik aksi nekat bocah yang masih duduk di sekolah tingkat lima tersebut. Dugaan sementara karena kecemburuan menyeruak dalam kasus yang menghebohkan Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) ini.

Brown diduga cemburu karena sang ayah lebih memerhatikan Houk dan dua anaknya. Semula, kasus Brown masuk dalam pengadilan remaja.Namun, Hakim Wilayah Lawrence, sebelah barat Pennsylvania, David Rishel menganggap kasus Brown bukan lagi sebagai tindak kejahatan kecil sehingga harus dibawa ke pengadilan dewasa.

Bila hal ini terjadi, Brown akan menghadapi ancaman serius karena bisa dikenai hukuman berat yakni seumur hidup. Pengacara Brown, Dennis Elisco, masih berusaha keras agar kasus ini tidak dibawa ke pengadilan dewasa. Dia pun akan mengurus mosi setelah mendapatkan buktibukti forensik yang lebih memadai.

Sisa-sisa mesiu dari senjata itu menjadi bukti penting untuk memastikan apakah memang Brown yang membunuh Houk saat itu, karena bisa saja bocah tersebut sudah memakainya di lain waktu. Jaksa penuntut mengatakan bahwa salah satu anak Houk bercerita pada polisi, mendengar tembakan dari senjata api sebelum dia dan Brown keluar untuk menghadang bus.

Brown dan pengacaranya menghadiri sidang dengar permulaan, Selasa (24/3) waktu setempat. Bocah itu terlihat duduk terdiam dengan tangan dan kaki terbelenggu. Matanya juga tidak fokus dan seperti menerawang. Dia kemudian dibawa kembali ke pusat penahanan narapidana remaja. ”Dia terlihat bingung dengan apa yang terjadi.

Dia hanyalah anak-anak,” kata Elisco membela kliennya dalam sidang, seperti dilansir Pittsburgh Post Gazette. Ayah Houk,Jack,mengenakan pita hitam saat menghadiri sidang. Dia memberi kesaksian kalau sang bocah memang penembak yang ulung.

Jack mengatakan, dirinya dan Brown pernah memainkan senjata api. Seorang tentara juga memberi kesaksian kalau senjata jenis 20-gauge yang ditemukan di kamar tidur Brown memang menunjukkan baru digunakan.


sumber :
http://indonesiabreakingnewsonline.blogspot.com/

Jumat, 26 Juni 2009

Nusantara Lagi, TKI Dipukuli sampai Mati

http://www.tribunkaltim.co.id/photo/2008/11/21df30b0ed4ec1a87b9abc1cb9bb2ce6.jpg
Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI), Ahmad Syafiin Syaifulah (33), warga Kampung Cikadoya RT 03 RW 05, Desa Banjarsari, Anyer, Serang, Banten, diketahui telah meninggal dunia di Rumah Sakit Tanjung Lilin Pusa, Betong, Sarawak, Malaysia.

"Kami menerima kabar kematian Syafiin hari Rabu dari teman sekerja almarhum, yaitu Hmn, melalui pesan singkat," kata paman almarhum, Syafei, di Serang, Jumat (26/6).

Oleh karena itu, keluarga almarhum hingga kini belum mengetahui penyebab kematian Syafiin yang berangkat sebagai buruh perkebunan kelapa sawit di daerah Sri Aman, Sarawak, pada delapan bulan lalu.

"Pesan singkat dari teman almahum menyatakan bahwa, sebelum meninggal, muka Syafiin babak belur seperti orang yang habis dipukuli," katanya.

Isi pesan singkat itu juga menceritakan, kelima orang yang tinggal satu kamar dengan almarhum saat ini ditahan kepolisian setempat. "Saya tidak tahu, apakah keponakan saya korban kekerasan atau apa sebab masih tidak jelas," katanya.

Dalam pesan singkatnya disebutkan, lima orang teman Syafiin yang ditahan yaitu Ibrohim, Komarudin, Bukhori Antasa, Teguh, dan Safa.

Syafei meminta kepada penyalur tenaga kerja yang memberangkatkan Syafiin agar membawa keponakannya kembali ke kampung halamannya.

"Saya meminta agar pemulangan jenazah, perusahaan bertanggung jawab, selain itu juga kami meminta hasil visum. Keluarga pasrah dan menerima apabila kematiannya wajar," katanya.

Syafei menegaskan, keluarga akan melakukan upaya hukum bila diketahui kematian Syafiin akibat tindak kejahatan.

Keluarga juga tidak mengetahui perusahaan yang memberangkatkan almarhum bersama 38 TKI asal Desa Banjarsari ke Sarawak.

Diduga almarhum berangkat ke negeri jiran tersebut menggunakan jasa calo penyalur TKI. "Saat ini yang mengurus jenazah Syafiin di Malaysia yaitu Ibu Nining yang memberangkatkan Syafiin bersama Carik Desa Banjarsari, Sarimin," ujarnya.

Saat dihubungi Antara, Sarimin mengatakan bahwa dirinya tidak ikut ke Malaysia dan hanya Nining yang berangkat. "Saya juga diberi tahu bahwa jenazah akan tiba hari ini, tapi ternyata masih di Sarawak," kata Sarimin.

Sebelum meninggal beberapa hari lalu, Syafiin pernah memberi kabar bahwa saudaranya, Bainudin, melalui saluran telepon. "Waktu itu, dia dalam keadaan sehat dan bercerita akan pulang ke Indonesia karena dia ingin puasa dan Lebaran di sini," katanya. (kompas.com)

sumber:
http://www.tribunkaltim.co.id/

Kamis, 25 Juni 2009

Surabaya Mempunyai Sekolah Copet

http://tbn2.google.com/images?q=tbn:hnNiMFpc7QJSHM:http://iwantolet.files.wordpress.com/2008/06/pickpocket12112006.jpg
Polisi menduga, di Kota Pahlawan, Surabaya, saat ini ada sekolah khusus pencopet. Dugaan ini muncul setelah anggota Polwiltabes Surabaya berhasil meringkus kawanan pencopet yang beroperasi di sekitar Terminal Purabaya.

Adalah Heru Hartoyo (25) dan Mat Nasir (43) yang dibekuk seusai beraksi di angkutan kota jenis bison jurusan Terminal Purabaya-Joyoboyo, Senin (22/6). Disinyalir, kedua orang ini lulusan sekolah khusus copet.

Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Bachrul Alam setelah berbincang dengan kedua penjahat itu berjanji akan memburu sindikat pencopet hingga sekolah kusus yang disinyalir ada di Surabaya. Biasanya, kata Anton, praktik copet dilakukan berkomplotan dalam jumlah dua hingga empat orang. “Ini ada sekolahnya, nanti akan kami kembangkan ke sana,” ujar Anton di Mapolwiltabes Surabaya, Rabu.

Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol Ronny F Sompie menambahkan, dugaan adanya sekolah khusus copet didapati dari pengalaman Kapolda selama bertugas di Jakarta. “Di Surabaya juga banyak. Nanti kami telusuri,” tutur Ronny.

Sementara itu, Heru dan Mat Nasir kepada penyidik mengaku, sebelum beraksi, dirinya berpura-pura sebagai penumpang. Pada saat menemukan sasaran, mereka berpura-pura turun. Sewaktu akan membayar, Heru pura-pura menjatuhkan uangnya dan meminta korban berdiri. Saat itulah Mat Nasir dengan cepat mengambil dompet dan ponsel korban yang mengaku bernama Tusriah, asal Tegal, Jawa Tengah.

Dompet Tusriah berisi uang Rp 39.000 dan ponsel Nokia 7610. Setelah berhasil, Heru turun dari angkot, tak lama sesudahnya disusul oleh Mat Nasir.

Tusriah kemudian melaporkan pencopetan itu kepada petugas yang kebetulan sedang melakukan pemantauan di Terminal Joyoboyo. Setelah mengetahui ciri-ciri pelaku seperti yang dituturkan korban, petugas langsung melakukan pengejaran.

Petugas berhasil mengetahui identitas pelaku dan meringkus keduanya di rumah masing-masing pada Senin itu juga. Kebetulan kedua orang ini tinggal di Jalan Joyoboyo Belakang, Surabaya. (kompas.com)
(foto robertreginald.wordpress.com)

sumber:
http://tbn2.google.com/

Sabtu, 20 Juni 2009

Jangankan Mur dan Baut, Bangkai Kapal Induk Bisa Hilang Tak Berbekas

http://dwikisetiyawan.files.wordpress.com/2009/06/karikatur-koran-tempo-18-6-2009.jpg?w=218&h=300
Pagi itu tim penyelamat gabungan dibuat bingung alang kepalang tatkala mencari bangkai kapal induk yang tenggelam di perairan Selat Madura petang sebelumnya. Lokasi tenggelamnya kapal induk itu telah ditandai sebelumnya. “Bagaimana mungkin, baru semalam saja bangkai kapal induk itu sudah hilang tak berbekas?”, tanya si koordinator tim penyelamat yang tak habis pikir itu.

Guyonan di atas, diungkapkan seorang teman menanggapi kabar kabur tentang apa yang terjadi atas Jembatan Suramadu. Belum ada seminggu berselang sejak diresmikan Presiden SBY, dikabarkan banyak mur, baut, lampu penerangan dan penutup saluran air raib dicuri orang.

Kata si teman tadi lebih lanjut, “Jangankan mur dan baut, bangkai kapal induk yang tenggelam saja bisa hilang tak berbekas dalam semalam.”

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyindir atau mendiskreditkan kelompok masyarakat tertentu atas kurang pedulinya terhadap fasilitas publik. Hakekatnya kejadian semacam itu bukan hanya –semoga fakta pencurian itu tidak benar– kali ini saja kita lihat, dengar dan baca.

Beberapa waktu lalu kita juga disuguhkan informasi tentang hilangnya bantalan rel beserta mur dan bautnya di jalur kereta api antara kota Solo dan Madiun. Pernah pula kita baca tentang hilangnya peralatan persinyalan untuk jalur kereta api Jabotabek. Dan berita-berita lain serupa tapi tak sama yang nampaknya “khas” hanya ada di Indonesia.

Tanpa memikirkan akibat-akibat tragis yang akan muncul, si pencuri peralatan fasilitas publik itu melakukannya tanpa kesadaran matang apalagi peduli pada orang lain. Seolah-olah tindakannya itu seperti halnya pemulung yang mengkais-kais bekas botol plastik minuman di pinggir jalan!

Kesadaran masyarakat kita untuk ikut memelihara, menjaga dan mengawasi fasilitas-fasilitas publik yang telah disediakan pemerintah, harus diakui kurang. Sikap masa bodoh dengan mengedepankan argumen “Elo-elo, Gue-gue” ini perlu dirombak total. Kita harus menyadari bahwasannya hidup ini saling tergantung satu sama lain.

Dalam kesadaran semacam di atas, sikap dan tindakan untuk saling tegur, saling kontrol pada tindakan-tindakan perusakan fasiltas publik oleh oknum tertentu, di sekitar lingkungan terdekat kita bukanlah hal tabu. Asalkan dilandasi niat baik dan cara-cara santun.

Terkadang pula kita acuh tak acuh melihat dengan mata kepala sendiri tindakan-tindakan orang lain yang mungkin bisa berdampak buruk pada lainnya. Contoh yang paling sederhana, ikut menyingkarkan ranjau paku atau batu cukup besar di jalanan tatkala kita melintasi. Apabila semua orang memiliki kesadaran hal sepele semacam itu, sesungguhnya dampak positipnya berpulang kembali pada diri kita.

Janganlah menganggap, asalkan tidak menyangkut diri sendiri dan keluarga lantas berpedoman, “Emangnya gue pikirin.” Sikap semacam ini jelas tidak bertanggungjawab. Lantaran hanya mementingkan diri sendiri dan keluarga, namun tidak ada sema sekali kepedulian pada orang lain dan lingkungan sosialnya.

Dari mana kesadaran dan nilai-nilai akan peduli orang lain dan lingkungan itu bermula? Pada mulanya dari diri sendiri. Selanjutnya kesadaran dan nilai itu ditanamkan pada anggota keluarga. Dan pada gilirannya ditularkan ke lingkungan sosial yang lebih luas.

Semoga demikianlah adanya.

sumber:
http://dwikisetiyawan.wordpress.com/

Jumat, 19 Juni 2009

Karena Lapar, Dua Pemuda Makan Daging ABG

http://www.strangebrew.ca/swig/boil.jpg


MOSKOW,-Hanya dengan alasan lapar dua pria Rusia membunuh seorang gadis remaja lalu memakan beberapa bagian tubuhnya, setelah sebelumnya dimasak.


Korbannya adalah ABG bernama Karina Barducyan yang baru berusia 16 tahun. Ia diketahui hilang usai pulang sekolah di St Petersburg, 19 Januari. Nyatanya, saat itu ia bertemu dengan dua pria, Yuri Mozhnov, si penjual bunga, dan Maxim Golovatskikh si penjual daging.


Kedua pemuda yang sama-sama berusia 19 tahun ini diyakini memikat korban dan mengajaknya ke apartemen mereka di tengah kota. Di sinilah tragedi berlangsung. Mereka membenamkan Barduchyan di bak mandi. Lebih kejam lagi, mereka memotong-motong tubuh korban dan memanggangnya bersama irisan kentang. Setelah matang, tanpa beban Mozhnov dan Golovatskikh langsung memakannya.


Potongan tubuh yang tidak dimakan kemudian mereka kumpulkan dan dimasukkan dalam kantong plastik, lalu membuangnya di tempat terpisah. Potongan-potongan tubuh itulah yang membimbing polisi ke kedua pria itu. Tak butuh waktu lama bagi kedua orang itu untuk mengaku. “Mereka mengaku memakan beberapa bagian tubuh korban karena merasa lapar,” jelas juru bicara pengadilan, Sergei Kapitonov.


Dituturkan Kapitonov, sisa tubuh korban ditemukan di dua lokasi. Diyakini mereka sengaja membuangnya karena sudah tidak memerlukannya lagi.


Andrei Lavrenko, Jaksa Penuntut St Petersburg mengatakan, korban diduga dibunuh setelah cekcok dengan Golovatskikh. Pihak penyelidik menemukan jejak darah saat mereka membuka ledeng dan papan penutup lantai di apartemen mereka. Pada 2005, Mozhnov pernah merampok, sedangkan Golovatskikh lulusan rumah sakit jiwa.



sumber :
http://www.kaskus.us/