Jika prostitusi di kalangan mahasiswi marak, bukanlah sesuatu yang mencengangkan. Demikian halnya cerita lama di kalangan pelajar SMP dan SMA yang menjajakan diri. Kini bedanya, cara mendapatkan uang cepat dengan mengorbankan diri ini lebih canggih.
Kalangan gadis belia tak lagi menggunakan cara-cara mejeng di kafe, klub malam atau di pinggiran jalan. Kini mereka cukup menggunakan friendster, puluhan pria hidung belang pun berebut datang.
Friendster sejatinya digunakan mencari atau menambah teman. Namun tidak bagi sebagian anak baru gede (ABG), yang gemar menjajakan diri kepada pria hidung belang. Situs www.friendster.com bisa menjadi cara jitu mendapatkan uang banyak secara cepat dan mudah. Cara baru agar si Om senang dan tak tertipu.
Tasya, sebut saja begitu. Mojang asal Bandung yang baru menginjak usia 20 tahun ini, sengaja menampilkan dirinya melalui friendster kepada calon pelanggannya. Ia yakin para pria hidung belang melihat profil dan wajah cantiknya dengan mudah dan kapan saja.
Cukup meng-klik situs itu, seorang pria akan bisa membayangkan siapa ABG yang akan dikencaninya. Tapi, jangan harap menemukan nomor telepon atau kata ajakan check in di situs friendster. Jangan harap juga akan menemui foto bugil ataupun pose berani Tasya. Seperti pemilik account friendster lainnya, Tasya akan menampilkan profilnya secara wajar.
Meski begitu ada yang membedakan. Dia akan tampil lebih berani di album fotonya. Tapi tak sampai bugil. “More sexy-lah pokoknya,” tutur gadis berkulit putih ini, kemarin.
Penyuka dunia malam ini biasa menjajakan diri melalui chating di room-room dunia maya, seperti lewat yahoo messenger ataupun mirc. Media apa pun di internet akan dia gunakan untuk menjaring uang dari laki-laki yang butuh kehangatan. Dari sini biasanya, Tasya akan bicara terang-terangan kepada calon pelanggannya. “Tinggal gue suruh mereka liat di foto gue di friendster. Yang pasti udah-udah semuanya tertarik, narsis banget ya gue,” katanya Tasya lalu tertawa.
Cerita pun berlanjut hingga ke ranjang. Namun sebelum itu, Tasya biasanya bertemu teman kencannya di kafe ataupun restoran sebelum check in. Tapi, dia juga tak keberatan jika harus bertemu langsung dengan calon pelanggannya di kamar hotel.
Kalau soal tarif, Tasya biasa mematok antara Rp750 ribu sampai Rp1 juta sekali kencan. Waktunya selama 3 jam. Jika lebih 3 jam, untuk one nite stand, gadis berambut hitam lebat ini memberi harga Rp1,3 juta. “Tarif 3 jam itu paling apes-apes ya Rp750 ribu. Di bawah itu gue gak maulah, tak cukuplah buat internet,” tutur gadis penyuka kacamata hitam ini sambil tertawa lepas.
Biasanya Tasya membanderol sekali kencan selama 3 jam Rp1 juta. “Tapi kalau yang ngajak check in masih muda dan ganteng, gopek (Rp500 ribu) juga gak pa-palah,” ujarnya.
Kisah Tasya hanya contoh. Di kampus-kampus Jakarta gaya hidup seperti itu sudah biasa bahkan di kalangan pelajar SMA maupun SMP. Psikolog Sartono Mukadis bahkan meyakini tak ada kampus di Jakarta yang bersih dari mahasiswi pemburu pria hidung belang.
Tipikal mahasiswi seperti itu bukan lagi karena kebutuhan hidup, tapi menjadi gaya hidup. “Awalnya, memang mereka melakukan hanya untuk sampingan atau sekedar iseng. Tapi jangan salah, banyak dari mereka yang berbuat itu karena sudah menjadi kebutuhan dan bukan lagi sekedar iseng,”
sumber:
http://hokya.co.cc/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar